Lupa? Inilah Solusinya

Lupa? Inilah Solusinya

Hai, sahabat! Salam untuk Anda sekalian!

Sebagai manusia, kita tidaklah luput dari yang namanya lupa. Anda setuju dengan pernyataan saya sehingga manggut-manggut? Ataukah mau bantah? Mau katakan, “Kita? Lu aja kali, aku mah kagak.” Silakan saja jika Anda mau bantah. Akan tetapi, saya akan tetap katakan bahwa lupa merupakan sifat  dasar kita sebagai manusia (keras kepala ya saya? Memang, ha … ha … ups!) Anda mau bantah juga? Bolehlah jika Anda mau bantah karena Anda merasa selalu mengingat apa pun.

Sedikit saja saya ingatkan Anda tentang kisah dari  ayah para manusia. Jika Anda menukas dengan, “Nabi Adam, kan?” kali ini saya sangat sepakat dengan Anda dan akan saya katakan, “Ya, Anda tentu tidak akan lupa tentang itu.” Sejak awal penciptaannya, Nabi Adam a.s. ditempatkan di surga. Anda setuju dengan itu? Anda tentu akan manggut-manggut. Iya, kan? (Sok tahu ya, saya.) Lalu, mengapa akhirnya Adam diturunkan ke dunia? Karena memakan buah terlarang. Begitu kan? Pertanyaan berikutnya, mengapa Adam memakan buah terlarang itu, padahal Allah Swt. telah melarangnya? Anda bisa jawab? Ya, karena Adam lupa bahwa melanggar larangan-Nya merupakan sebuah dosa. Selalu ada konsekwensi dari sebuah dosa, yaitu hukuman. Sekarang, masih mau bantah jika saya katakan sifat dasar manusia itu pelupa?

Sahabat, kali ini saya akan mengajak Anda untuk mengingat-ingat apa saja yang mungkin kita lupa dalam waktu dekat ini. (Kita lagi? Iya, kita. Saya kan baik, makanya saya ajak Anda juga, ha … ha… ). Pernah lupa di mana menyimpan kunci kendaraan? Lupa tidak mengunci rumah saat akan pergi? Lupa mematikan keran air, kompor, atau lainnya? Lupa di mana Anda menyimpan gawai atau lupa membawanya saat pergi? Lupa hari ini hari apa dan tanggal berapa? (Wah yang ini parah betul, betul-betul parah! Tapi, saat mulai kerja di rumah saja (WFH), saya juga harus buka gawai untuk melihat hari dan tanggal karena lupa, he … he … jadi malu.), Kita lanjutkan dengan pertanyaan lain, Pernahkah Anda lupa berutang pada siapa saja? (Nah… yang ini lebih parah.) Utang bisa berupa janji dan amanat juga, lho.

Saya ganti paragraf ya, agar paragraf yang di atas tidak terlalu panjang. Pernahkah Anda pergi ke suatu tempat dengan bersepeda motor, lalu ketika pulang Anda jalan kaki karena merasa waktu pergi juga jalan kaki? Pernah pulakah Anda membawa seseorang ke suatu tempat, lalu Anda lupa mengajaknya pulang? (Yang ini mungkin Anda katakan omong kosong. Tetapi sungguh, kedua hal itu pernah terjadi pada teman saya. Asli… tidak bohong.) Satu lagi pertanyaan, ini khusus untuk muslim, Pernahkah saat selesai mengerjakan salat Anda melakukan sujud sahwi? (Karena,  saat atau seusai salat, Anda mendadak tercenung, mengingat-ingat berapa rakaat yang sudah anda kerjakan.) Jujur, yang ini, saya sering mengalaminya. (Tidak layak ditiru, ya?). Ada kalanya, dalam salat itu yang harusnya diingat terlupakan, yang terlupa malah jadi ingat. Makanya, ada yang berseloroh, Jika kita mencari sesuatu dan tidak ketemu-ketemu padahal sudah dicari di sana-sini, maka salatlah. Karena saat salat, kita akan ingat di mana letak benda yang kita cari itu. (Ini seloroh sesat dan menyesatkan ya? Lagi-lagi, ini tidak layak ditiru). Tapi, kalau boleh jujur, beberapa tulisan saya pun idenya berkelebat saat salat. (Astaghfirullah).

Baiklah, agar terkesan ilmiah dan Anda akan percaya, berikut saya paparkan sedikit tentang si lupa itu yang saya ambil dari beberapa referensi. 

Definisi Lupa

Dalam psikologi, lupa termasuk gejala sensorik (otak) karena lupa berhubungan dengan fungsi saraf sensorik di dalam otak. Jika otak bekerja tanpa henti, niscaya dia akan mengalami kelelahan dan ini bisa menyebabkan seseorang menjadi lupa. Lupa sangat berhubungan dengan daya ingat. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering). Ada juga yang menggunakan istilah memasukkan informasi (encoding), penyimpanan (storage), dan mengingat (retrieval stage).

Lupa adalah hal alami yang sering dialami oleh manusia, baik muda atau pun lansia. Lupa sendiri adalah sebuah proses bagaimana hilangnya kemampuan manusia untuk menyebut, menimbulkan kembali apa yang telah kita pelajari atau alami sebelumnya. Lupa bisa disebabkan faktor fisiologis. Para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan amnesia. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan disebut menderia amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia anterograd.

Penyebab Lupa

Beberapa penyebab lupa yang sering tidak kita sadari:

  1. Aktivitas yang terlalu padat (tidak cukup istirahat)
  2. Kejenuhan
  3. Umur yang sudah tua (lebih dari 65 tahun)
  4. Menonton film porno
  5. Sering ditunda-tunda
  6. Otak yang sudah capek
  7. Tingginya kadar gula dalam tubuh
  8. Mengalami depresi
  9. Mendengkur
  10. Sering mengonsumsi obat tidur atau obat alergi
  11. Banyak mengonsumsi obat jenis apa pun
  12. Menurunnya metabolisme tubuh

Cara mengatasi Lupa

Berikut ini terdapat beberapa cara mengatasi lupa yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Perbanyak Olahraga. Olahraga mampu meningkatkan detak jantung. Hanya dengan berjalan, kita bisa memperbanyak oksigen di otak dan memudahkan sel-sel baru otak untuk tumbuh.
  2. Mencatat kegiatan. Hal ini dinilai efektif untuk memudahkan anda saat lupa menyerang.
  3. Membaca buku. Penelitian mengatakan dengan membaca buku, kita bisa menurunkan risiko kehilangan memori sampai sekitar 30-50 persen.
  4. Mengonsumsi ikan. Ikan mengandung Asam Lemak dan omega-3 yang tinggi. Dan vitamin – vitamin ini merupakan sumber makanan terbaik untuk menambah daya tahan ingatan. DHA yang juga sejenis omega-3 dinilai mampu memperbaiki lapisan pelindung saraf dan melemahkan peradangan arteri.
  5. Mengonsumsi buah (misalnya pisang) yang bisa menutrisi otak.
  6. Memasang pengingat di telepon genggam.
  7. Menulis. Tulisan dikatakan sebagai pengikat ingatan. Karena itu pulalah, saya membuat tulisan ini agar saya teringat terus dengan apa yang telah saya paparkan (jika terlupa, tinggal baca lagi saja. Benar, bukan?)
  8. Selalu beristighfar dan berzikir (mengingat Allah).

Saya hanya akan memberi penjelasan khusus untuk nomor 8. Mengapa istighfar dan berzikir bisa mengatasi lupa? Masih ingat kisah dikeluarkannya Adam dan Hawa dari surga? Ingat juga kisah saya yang sering lupa dalam salat? Di situ ada peran besar iblis ataupun setan untuk melalaikan kita dari mengingat Allah. Satu hal lagi yang sering kita lupa, bahwa ruh kita dulu bersaksi saat Allah Swt. bertanya, ”Alastu birabbikum, (Bukankan Aku ini Tuhamu?) ruh kita menjawab, “Qoolu bala syahidna (Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi),”  (QS.Al-Araf 7:172). Makanya, kita harus banyak beristighfar dan berzikir agar tidak lupakan Tuhan kita.
Wallahua’lam bishawab. ***

Referensi:

https://qoidkiddoida.blogspot.com/2017/04/ingat-dan-lupa-dalam-al-quran.html

https://utamitamii.blogspot.com/2012/04/teori-ingatan-memory-dalam-psikologi.html

#WCR_segar1_sinur

rumahmediagrup/sinur