Makan Pedas, No Problem. Lisan Pedas, No Way!

Makan Pedas, No Problem.

Lisan Pedas, No Way!

Keseharian kita tak selalu diliputi hati yang tenang, bertutur kata lembut dan berperilaku yang menyenangkan. Allah Sang Pembolak-balik hati memang selalu menguji kita. Sungguh hal yang sulit bila kita menurutkan hawa nafsu. Nafsu untuk marah atau bertindak diluar kontrol diri. Salah satunya adalah kontrol bicara, menjaga lisan kita. 

Jangan hanya menilai perkataan orang lain yang pedas di telinga, koreksi diri sendiri lebih penting. Perkataan yang menyakitkan itu bagaikan sebuah paku yang tertancap di sebuah batang pohon, lalu kita cabut. Lihatlah bekas tancapan paku itu, tetap ada dan berbekas di sana. Begitulah kata-kata yang terlontar dari bibir ini, sengaja ataupun tidak, hasilnya akan sama saja. Sakit bagi yang mendengarnya.

Sakit perut karena makanan pedas, masih bisa diatasi. Namun bila terkena lisan yang pedas, sakit hati yang bisa terbawa sampai mati. 

Rasulullah menanggapi pertanyaan salah satu sahabat beliau.

“Wahai Rasulullah, apa yang paling anda takutkan padaku? Beliau memegang lidah beliau, lalu menjawab, ini.” (HR. Tirmidzi no. 2334)

Subhanallah. Rasulullah saja masih menjaga lisannya, bagaimana kita sebagai umat Beliau.

Introspeksi diri agar terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.

Sumber : Sahabat Mustahiq. Edisi 96. April 2019

rumahmediagrup/hadiyatitriono