Makna Jiwa

Makna Jiwa

Jiwa, nyawa, sukma …
Pemberian dari Sang Maha Esa
Benih kehidupan dalam setiap manusia
Sudahkah kita menjaganya di jalan takwa?

Setiap jiwa akan kembali pada-Nya
Lalu apa bekal kita?
Sudahkah jalani dengan sebaiknya tugas di dunia?
Hingga pantas dapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Sudahkah hari-hari kita bermakna?
Bersihkah diri ini dari noda?
Sedang lisan tak henti lafalkan dusta
Hati dan pikiran tak luput dari prasangka

Apa yang telah dilakukan tangan kita?
Ke mana saja telah melangkah kaki kita?
Betapa diri bergelimang dosa
Astaghfirullah, ampuni hamba

Duhai, jiwa …
Masih saja haus akan harta
Tak pernah jua lelah mengejar tahta
Tak kuasa menghalau silau dunia

Saat jiwa tersungkur berkabut duka
Goyah gontai nelangsa
Rapuh karena cinta pada manusia
Hanya cinta-Nya yang mampu membasuh luka

Hati gelabah akibat kekosongan jiwa
Hilang arah di tengah hiruk-pikuknya buana
Lesap segala asa
Bersimpuh pada Sang Kuasa

Duhai, pemilik semesta
Sang Maha Cinta
Redup jalan ini tanpa lentera jiwa
Maka hadirkanlah cahaya tuk terangi sukma

Tidakkah dikau lelah, duhai jiwa …
Saat hidup dilalui tanpa makna

Masihkah berjalan mendongakkan kepala?
Bangga dengan segala salah dan dosa
Jika menyadari bertumpuk noda hitam di jiwa
Niscaya semua kesombongan pun sirna

Saat tingkah laku menjadi cermin jiwa
Sudahkah sesuai dengan panduan-Nya?
Saat ibadah menjadi pembersih jiwa
Sudahkah kita ikhlas menunaikannya?

Apalah arti ini semua
Kesemuan-kesemuan semata
Saat kelak jiwa tinggalkan dunia fana
Hanya amal ibadah yang jadi penolongnya

Duhai, jiwa …
Bermuhasabahlah jangan terlena
Insyaf dan taubat selagi raga masih bernyawa
Jangan tunggu hingga sakaratul maut tiba

Ditulis ulang dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157801027447847&id=748347846

Bandung, 13 Desember 2019
rumahmediagrup/arsdiani