MAWAR BERDURI (BAGIAN 3)

MAWAR BERDURI (BAGIAN 3)

Oleh Puji Yuli

Sandra dalam mengikuti perkuliahan menjadi kurang ceria dan terlihat sayu, begitu juga dengan Anto yang masih teringat persahabatan yang indah dengan Adyi. Tetapi disisi lain, Asri semakin bersemangat tinggi dalam mengikuti perkuliahan dan organisasi. Karena Asri sudah merasa berhasil dalam memfitnah, menjatuhkan dan melumpuhkan Adyi.

Asri yang juga teman baik mereka bertiga begitu tega dan tidak manusiawi dalam melakukan kebusukan terhadap Adyi di hadapan teman teman lainnya dan dosen. Anto dan Sandra tidak menyadari dan tidak mengetahui bahwa Asri adalah musuh dalam selimut . Asri itu ibarat seperti singa yang haus darah dan siap menerkam mangsanya.

Setelah satu bulan Adyi dirawat di rumah sakit, barulah Anto dan Sandra kemudian menjenguk Adyi. Anto dan Sandra meminta informasi dan keterangan dari Adyi , apakah Adyi itu positif sebagai pengedar dan pengguna narkoba (benda setan yang merusak moral anak bangsa?. Adyi heran dan tidak mengerti bahkan sedih menangis mendengar pertanyaan dari kedua sahabat terbaiknya.

Adyi begitu kecewa, kenapa sahabatnya bertanya seperti itu dan menuduhnya sebagai pengedar dan pengguna narkoba. Adyi kemudian bertanya kepada mereka berdua tentang informasi yang diperolehnya, sehingga mereka berdua menuduh Adyi sebagai pengedar dan pengguna narkoba . Padahal Adyi, Anto dan Sandra adalah sebagai mahasiswa berprestasi, aktivitas kampus yang berakhlaqul karimah dan taat beribadah . Maka, wajar kalau ada yang merasa iri dan tidak suka dengan keberhasilan mereka bertiga.

Kemudian, Sandra dan Anto mulai menceritakan tentang pertemuan mereka dengan Asri pada saat mereka akan menjenguk Adyi di rumah sakit. Lalu Asri bercerita kepada Anto dan Sandra bahwa Adyi adalah buronan polisi karena kasus sebagai pengedar dan pengguna narkoba. Lalu, Adyi menyimak dengan cermat terkait cerita Sandra dan Anto mengenai Asri yang memfitnah dirinya.

Puji Yuli /rumahmedia