Melepaskan Harapan Pada Saat Anak Menjadi Beban

Melepaskan Harapan Pada Saat Anak Menjadi Beban

Oleh: Ribka ImaRi

Selama dua minggu ini, rasanya waktuku begitu tersita untuk kedua anakku. Dimulai saat Tyaga sakit sepulang menjemput Ayah di Cirebon. Kemudian dilanjutkan Jehan yang sakit.

Gerakku menjadi sangat terbatas. Aku tak bisa bebas. Bagai terpenjara di rumah. Meski aku sadar bahwa apa yang kulakukan hanya demi kedua anakku segera sehat kembali. Apa daya, pikiran setengah warasku kadang mengutuki keadaan.

Jujur, sebenarnya aku penat. Karena ketambahan menghadapi fase tantrum Jehan yang sedang puncaknya. Akibat sedang didisiplinkan untuk tidak mengenyot jempol menjelang tidur. Bunda berusaha benar-benar fokus untuk hal satu ini. Supaya Jehan punya inner child yang baik sebelum lulus masa balitanya di usia 5 tahun di Bulan Agustus. Berarti masih ada waktu 6 bulan lagi. Bismillah… Ayah, Bunda dan Jehan bisa bekerja sama dengan baik. Untuk sebuah tujuan supaya Jehan tidak berlanjut ketergantungan mencari kenyamanan pada jempol tangannya menjelang tidur hingga Jehan membesar nanti.

Semua itu tak semudah membalik telapak tangan. Terseok-seok menata emosi diriku sendiri hanya demi Jehan mendapat contoh pengendalian emosi yang baik.

Tak mudah… Sungguh sangat tak mudah… pada awalnya semua terasa beban. Karena ada banyak rencanaku yang gagal hanya demi membersamai Tyaga dan Jehan.

Dalam keadaan seperti ini, sangat dibutuhkan kemampuan MELEPASKAN HARAPAN yang mumpuni. Teknik ini kuperoleh dari Mentorku di Kelas Online Mindfulness Parenting dulu. Segera aku Acceptance. Aku berusaha menerima kenyataan bahwa semua proses ini memang benar cukup menguras waktu, tenaga dan emosi akan tetapi, tetap kulakukan hanya demi Tyaga dan Jehan terasuh dan terdidik sebaik-baiknya sedari masa golden age-nya. Karena waktu ini tak bisa terulang lagi membuatku bersungguh-sungguh menemani setiap fase-nya.

Alhamdulillah … kesadaranku pada hal di atas membuatku bisa menerima segala keadaan yang kuhadapi selama dua minggu ini. Ditambah quotes di pada gambar benar-benar mampu membuatku mengubah keadaan beban menjadi keadaan nyaman.

Pada akhirnya aku pelan-pelan banyak MELEPASKAN HARAPAN untuk mengerjakan hal lain selain pengasuhan Tyaga dan Jehan. Hanya demi mengurus kedua anakku yang merupakan amanah dari Allah Swt dan memang prioritas utama dalam hidupku. Aku hanya tak ingin menyesal di kemudian hari kelak anak-anakku tumbuh dewasa.

-Bunda ImaRi-
Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak Laki-Laki dan Kelas Tantrum Anak

#NubarSumatera
#ChallengeMenulis
#Day23
#TemaMelepaskan
#13Febuari2019

Sumber gambar: galery hijrah