Melirik Malcolm X

Saya tidak pernah menyangka bahwa buku yang dibeli tahun 1997 akan menjadi sumber utama untuk tulisan model wawancara di tahun 2020. Wawancara imajiner dengan seseorang yang berperan besar dalam sejarah dunia.

Orang yang spontan saya pilih sebagai objek wawancara adalah Malcolm X, karena buku otobiografinya telah begitu lama terpajang di rak buku dan belum sempat juga tuntas membacanya. Sebelum masuk ke dalam buku, saya iseng buka youtube dan mencari video tentang beliau.

Tak disangka, banyak juga video ceramah, wawancara radio, wawancara televisi, hingga video saat pembunuhannya juga ada (dan sengaja tidak saya tonton sebelum usai membaca bukunya). Beberapa video wawancara dan ceramahnya saya tonton dengan sedikit mumet. Pasalnya, Brother Malcolm ini selalu bicara dengan kalimat panjang yang bersemangat, penuh pengulangan, kadang tanpa jeda, yang membuat saya sedikit lelah mendengarnya.

Sedikit gambaran saya dapat dari hasil searching youtube itu. Beliau orang yang cukup keras memperjuangkan nasib kulit hitam di Amerika. Perjuangan yang didasari iman Islamnya.

Banyak mutiara saya dapatkan dari membaca otobiografi beliau. Pelajaran yang didapatkan dari pengalaman memang jauh lebih tertanam dibandingkan pelajaran demi status. Berasal dari keluarga pendeta, beliau kenyang dengan segala kejahatan, kepahitan, kesuraman hidup rasnya, hingga akhirnya jadi narapidana.

Uniknya, ketika dalam penjara itulah beliau mendapat hidayah, melalui kunjungan dan cerita adik kandungnya. Sang adik dan beberapa saudaranya yang lain telah lebih dulu memeluk Islam dan bertahap memperkenalkannya kepada Malcolm.

Begitu banyak waktu luang tersedia selama di penjara. Di sana juga ada perpustakaan yang cukup memadai. Maka, Malcolm mempelajari segala hal yang ingin diketahuinya. Ia mensiasati jam malam untuk terus membaca. Mulai dari situ ia pun mulai berani bicara di depan umum.

Kisah hidupnya penuh pelajaran. Bisa dibilang, kerja kerasnya telah membawa pengaruh positif dan kebangkitan Islam di Amerika.

rumahmediagrup/fifialfida