Memahami Kontribusi Teknologi Pada Ketenagakerjaan Industri Kecil

sumber gambar: radarmalang.jawapos.com

Memahami Kontribusi Teknologi Pada Ketenagakerjaan Industri Kecil

Revolusi industri membawa dampak perubahan besar dalam teknologi. Perubahan tersebut menentukan arah masa depan produksi sebuah usaha maupun ketenagakerjaan. Sifat teknologi yang dinamis aktif mempengaruhi aktivitas perilaku produksi barang dan jasa. Teknologi yang berkembang dikendalikan dengan internet of things dan digitalisasi.

Keuntungan pertumbuhan teknologi yang pesat adalah membentuk pertumbuhan produktivitas pula. Peningkatan input sumber daya produksi dan tenaga kerja tidak cukup menggerakan pertumbuhan produktivitas, jika tidak dikuti dengan penguasaan teknologi bagi tenaga kerja. Pola produksi mengikuti pola pertumbuhan atas teknologi. Namun hambatan yang dihadapi perusahaan atau industri kecil yaitu mereka belum mampu mengikuti kecanggihan teknologi yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Tingginya biaya modal tetap menjadi alasan terberat yang dihadapi industri kecil, terutama pada produksi industri kreatif. Pengurangan tenaga kerja juga menjadi keputusan yang sulit atas pilihan menggunakan teknologi canggih atau tidak. Menggunakan teknologi canggih dengan konsekuensi tingginya biaya modal yang dikeluarkan. Kekurangan tenaga operator produksi menjadi keputusan untuk menambah biaya perbaikan keterampilan tenaga kerja. Ketidakmampuan atas biaya modal tetap dan tenaga kerja terampil teknologi berdampak pada keputusan untuk menggunakan tenaga kerja dengan pola tradisional. Industri kecil memperkerjakan pekerja lepas, kontrak maupun dengan sistem borongan.

Ketika teknologi mengambil alih keputusan produksi pada industri kecil, maka teknologi harus diciptakan sebagai mesin penghasil produktivitas. Selanjutnya, jika produktivitas meningkat, maka meningkat pula permintaan produk yang baru. Namun pada industri kecil yang tidak membutuhkan teknologi canggih, perusahaan merasa lebih menguntungkan jika menambah tenaga kerja daripada menggunakan teknologi canggih untuk menggantikan tenaga kerja.

Industri kecil yang membutuhkan tenaga kerja berketerampilan kreatif memiliki proses pengambilam keputusan produksi yang lebih kompleks. Karenanya permintaan pada pekerja kreatif sangat dibutuhkan industri kecil, meskipun sangat sulit memeroleh biaya modal tetap atas hal tersebut. Tidak mengherankan jika industri kecil sebenarnya memiliki nilai rendah dalam hal fungsi-fungsi yang berhubungan dengan teknologi dibandingkan dengan industri besar.

Selain biaya modal tetap, identifikasi standar pekerja terampil sangat terbatas bagi industri kecil. Kemampuan pekerja dalam meningkatkan kualitas keterampilan mereka akan menentukan apakah teknologi menjadi berkah atau bencana bagi pekerjaan mereka. Kekurangan keterampilan terjadi karena kualifikasi tenaga kerja atas pekerjaan kreatif yang belum terpenuhi, bahkan terjadi kepunahan.

Dengan demikian, teknologi berkontribusi pada peningkatan produktivitas jika diimbangi dengan modal tetap yang tinggi dan keterampilan pekerja. Namun bisa juga sekaligus ย menjadi beban bagi pekerja dan industri kecil terkait dengan peningkatan produktivitas dan daya saing teknologi.

rumahmediagrup/Anita Kristina

One comment

Comments are closed.