Membangun Komitmen Anak

Membangun Komitmen Anak

Pernahkah menjumpai kondisi emosi anak yang tak menentu, berkeinginan banyak namun tidak mau melakukan prosesnya.
Kondisi emosi anak yang tidak menentu disebabkan oleh banyak hal, dan salah satunya anak belum mampu melakukan komitmen untuk dirinya.

Komitmen itu adalah berjanji pada diri sendiri atau pada orang lain dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan berkomitmen seorang pribadi akan lebih menjiwai dalam menjalankan setiap perannya.
Saat anak bisa diajak komunikasi sederhana misalnya minta susu, ingin ke kamar kecil, ingin makan. Hal-hal kecil tersebut adalah latihan anak berkomitmen untuk dirinya dan juga orang lain. Komitmen dimulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Orangtua harus mempunyai pola asuh yang komit juga semisal anak meminta susu, beritahukan kalau stok susu tinggal rasa apa, jika biasanya terdapat berbagai rasa dan anak mengetahuinya. Saat tidak ada salah satu rasa susunya kita wajib memberitahukan jika sudah ada rasa yang lain anak boleh memintanya kembali. Dan memberitahukan untuk saat ini adanya rasa sesuai stok.

Di awal-awal seorang anak pasti akan berontak karena memang nalarnya belum sampai ke arah logika, namun sebagai orang tua berkewajiban membimbing anak untuk bisa memahami arti sebuah komitmen akan pilihan dan keadaan pada diri sendiri dan orang lain.
Jika anak sudah mulai paham tentang logika, lambat laun anak akan paham dengan komitmen yang mereka buat.

Contoh-contoh aktivitas yang bisa melatih anak berkomitmen

1. Aktivitas mencuci tangan, dengan mencuci tangan setiap akan memulai dan sesuah makan bisa menjaga diri dari penyakit lewat sentuhan tangan. Anak akan paham tujuan mencuci tangan dan menjadi terbiasa tanpa harus diperintah, seorang anak akan berkomitmen menjaga dirinya dengan mencuci tangan.

2. Aktivitas meminta maaf saat melakukan kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja. Proses minta maaf ini harus diberikan contoh dari orangtua dan anak juga akan meniru. Orangtua menjelaskan tujuan meminta maaf, selain untuk menggugurkan dosa, juga sebagai upaya mempererat persaudaraan.

3. Aktivitas berjanji dan bukti nyata dari janji, misal berjanji belajar sikat gigi sendiri, belajar meletakkan baju kotor pada tempatnya.

4. Aktivitas buang air kecil, harus memberitahukan dan atau langsung menuju kamar kecil. Diberitahukan jika buang air kecil di sembarang tempat akan menjadikan bau dan kotor yang tidak baik untuk kesehatan dan membuat sakit.

5. Aktivitas makan, makan sesuai dengan porsi yang secukupnya tidak berlebihan dan juga tidak kurang. Ada beberapa anak yang susah makan dan ada juga anak yang nafsu makannya besar. Kita tetap wajib memberikan informasi tentang makan secukupnya, dan kandungan gizi setiap makanan yang kita makan. Anak akan belajar tentang makanan sehat dan bergizi dari cerita orangtuanya. Aktivitas ini bisa dilakukan saat makan bersama.

rumahmediagrup/nikmabasyar