Menaklukkan Rasa Sakit

Menaklukkan Rasa Sakit

Hati adalah salah satu bagian dari tubuh. Menjadi muara berbagai macam perasaan. Tempat untuk merasakan sedih, bahagia, sakit hati, dan rasa penerimaan.

Siapakah yang paling berhak mengatur perasaan yang tertoreh di hati?

Tentu saja diri sendiri.

Semakin mampu mengendalikan emosi yang muncul, maka hatipun akan semakin tenang.

Emosi yang muncul di hati ada dua macam, yaitu emosi positif dan emosi negatif.

Emosi positif adalah respon hati berupa perasaan senang, terharu, dan bahagia saat mengalami sesuatu. Sedangkan emosi negatif muncul sebagai bentuk rasa perlawanan terhadap keadaan. Kecewa pada keadaannya. Meratapi nasib lalu mengutuk takdirnya sendiri.

Apa hati tidak boleh merasakan sakit hati dan emosi-emosi negatif yang lainnya?

Tentu saja boleh. Bahkan sangat manusiawi. Tantangannya adalah, bagaimana menyikapi emosi negatif yang muncul. Apakah akan di biarkan saja, sehingga diri makin larut dengan pemikiran-pemikiran yang negatif.

Atau sebaliknya, menjadikan emosi negatif itu sebagai cambuk untuk maju.

Sebagai contohnya, saat diri merasa terpuruk akibat perlakuan orang lain.

Lalu, keputusan apa yang harus di ambil?

1. Menyimpan rasa sakit hati terus menerus, sehingga muncul dendam. Akibatnya hidup jadi tidak nyaman.

2. Mengubah rasa sakit hati yang dirasakan menjadi semangat untuk memperbaiki diri. Sakit hati sebentar saja, setelah itu segera bangkit dan kalahkan rasa sakitnya.

Cara terbaik untuk menunjukkan bahwa diri ini tidak seremeh yang dikatakan orang lain adalah melalui prestasi. Tidak perlu membalas perlakuan kurang menyenangkan orang lain dengan hal yang sama.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan memperlakukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya”
(HR. Abu Daud)

Nah, berikut ini ada lima hal yang bisa di lakukan untuk mengendalikan emosi negatif. Di antaranya:

  1. Membaca taawuz dan berwudu.
  2. Instropeksi diri.
  3. Memperbanyak Istighfar.
  4. Sharing atau berbagi cerita dengan teman yang dipercaya.
  5. Berpuasa.

Berikan waktu sebentar saja rasa sakit itu muncul di hatimu. Selanjutnya kalahkan dan bangkitlah.

Percayalah, engkau pribadi yang istimewa!

Barakallahu fiikum

rumahmediagrup/siskahamira

One comment

Comments are closed.