Menanamkan Kedisiplinan Lewat Whatsapp

Seperti anak pada umumnya, anak berkebutuhan khusus (ABK) juga dekat dengan gadget. Mereka juga pengguna google, facebook, whatshapp, telegram, Twitter, berbelanja di Tokopedia, Shopie dan yang lainnya. Bahkan mereka juga menggunakan aplikasi online untuk antar jemput.

Penggunaan gadget bagi ABK 100 % perlu diawasi. Keterbatasan penglihatan, intelegensi, pendengaran, maupun fisik lainnya, menuntut orang tua maupun guru lebih rajin menengok gawai peserta didiknya, serta memiliki jurus jitu agar mereka dapat menggunakan teknologi dengan bijak.

Sebagai pendidik di SLB, kita harus menjelaskan sedetail mungkin baik buruknya teknologi, (diakui atau tidak) efek negatif teknologi digital lebih menonjol dari pada positif-nya.

Tentu kita tidak bisa mengawasi peserta didik ABK untuk tidak menggunakan gadget sama sekali. Karena kebersamaan kami di sekolah kurang lebih 5 jam, waktu terbanyak mereka bersama orang tua dan lingkungan rumah.

Kondisi ini bisa kita manfaatkan. Kita tetap bisa mengajarkan kedisiplinan pada peserta didik melalui teknologi digital, yaitu menjadikan gadget sebagai media pembelajaran.

Kita menggunakan grup whatsapp sebagai alat cek penerapan kedisiplinan

Kelebihan gadget adalah dapat menembus batas ruang dan waktu. Whatshapp kita gunakan untuk mengecek aktivitas sehari-hari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, dimana kegiatan pembiasaan ini sebagian besar dilakukan peserta didik dirumahnya.

Kegiatan diawali jam 04.30 WIB, kita membuka menu bangun tidur dengan aktivitas sholat subuh. Peserta didik yang sudah melakukan aktivitas harus melapor dengan menyebutkan nama dan memberi tanda centrang. Dilanjutkan jam 06.00 menu merawat diri dengan kegiatan mandi, gosok gigi, memakai baju. Pada tahap ini selain centrang diberi emoji, pada saat anak melakukan sendiri icon emoji smail. Pada saat dibantu icon emoji datar.

Jadwal berlanjut pada siang hari setelah anak pulang sekolah,jam 12.00 menu shalat dzuhur, jam 13.00 shalat ashar, jam 16.00 dengan kegiatan membantu orang tua. Jam 16.30 bermain, jam 18.00 shalat magrib , jam 19 belajar dan jam 21.00 tidur.

Meski ada bantuan orang tua, peserta didik tetap bisa andil dalam melaporkan kegiatannya. Karena mereka cukup memberi tanda ☑️ pada saat sudah mengerjakan. Icon 🌝 pada saat mengerjakan sendiri, dan icon 😑 pada kegiatan yang dibantu.

Rumahmediagrup/srisuprapti