Menata Ritme Hati Dan Pikiran

Ramadhan bulan yang penuh berkah, banyak pahala di dalamnya. Menata ritme hati dan pikiran, mencoba mengesampingkan nafsu dunia yang terus menerus menggoda dan menggerogoti jiwa. Akankah kita sanggup menepiskannya ?

Ramadhan bukan semata bulan ibadah, ada perubahan aktivitas baik dari segi sosial maupun ekonomi yang terjadi di masyarakat. Bagi para pedagang dan pengusaha jasa, Ramadhan merupakan moment menaikkan pendapatan mereka. Bagi para pekerja saatnya mendapatkan Tunjangan Hari Raya. Kegiatan ekonomi meningkat, pasar dan mall ramai.

Dalam situasi seperti ini, sejauh mana kita dapat tetap fokus pada kesucian bulan Ramadhan tanpa larut dengan kesibukan yang melalaikan ?

Semuanya tergantung pilihan kita. Menyambut godaan duniawi dengan tangan terbuka dan membiarkan diri kita larut di dalamnya ? Ataukah membuang jauh-jauh pikiran yang hanya menawarkan kesenangan dunia sesaat ? Menyambut dengan gembira bulan yang penuh berkah, namun sudah siapkah dengan hati dan pikiran kita ?

Muhasabah diri, memohon ampun kepada Allah SWT agar kita dapat menyambut bulan Ramadhan dengan hati dan pikiran yang tulus. Sehingga semua aktivitas yang kita lakukan di bulan Ramadhan bernilai berkah bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita serta berharap mendapat ridha sang pemilik hidup.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar