Mencegah Demam Berdarah dengan Gerakan 3M di Rumah

Mencegah Demam Berdarah dengan Gerakan 3M di Rumah

Maraknya berita mengenai pandemi penyakit akibat virus Corona, membuat pemberitaan mengenai peningkatan kasus demam berdarah tidak terdengar. Padahal, demam berdarah juga merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Karena jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat bisa berakibat fatal.

Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue. Gambaran klinis infeksi virus dengue bervariasi, mulai dari infeksi tanpa gejala, demam yang tidak khas, demam dengue dengan atau tanpa disertai perdarahan, demam berdarah dengue, sampai keadaan yang paling berat yang dapat menyebabkan kematian akibat perdarahan yang luas yaitu sindrom syok dengue.

Penyakit DBD ditularkan dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tubuh nyamuk ini berwarna hitam-putih sehingga sering dikenal juga sebagai nyamuk hitam-putih. Nyamuk Aedes aegypti betina menggigit manusia, menghisap darah untuk mematangkan telur dalam tubuhnya.

Sifat khas nyamuk Aedes aegypti di antaranya :

  • Umumnya menggigit pada siang hari (dari pagi sampai petang), dan pada satu waktu senang menggigit berulang-ulang sekaligus kepada banyak orang (ini alasan di satu tempat dapat terjadi banyak orang yang terkena DBD).
  • Suka berada di tempat yang agak gelap, seperti pada baju atau kain yang bergantungan di balik pintu, atau beristirahat di bawah meja atau kursi.
  • Senang meletakkan telurnya pada tempat penampungan air bersih yang tidak berhubungan langsung dengan tanah seperti vas bunga, tempat minum burung, ban bekas/ kaleng bekas/gelas plastik bekas tempat minuman/batok kelapa yang di dalamnya terisi genangan air hujan.
  • Apabila telur nyamuk bersentuhan dengan air, maka telur akan berubah menjadi jentik (larva), kemudian menjadi kepompong (pupa) dan akhirnya menjadi nyamuk dewasa. Proses dari telur menjadi nyamuk dewasa ini memerlukan waktu sekitar 7 -10 hari. Oleh karena itu menguras tempat penampungan air harus dikerjakan sekurang-kurangnya setiap 7 hari sekali.

Penyakit DBD ditandai dengan :

  • Demam tinggi terus-menerus
  • Nyeri kepala terutama di daerah belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi seluruh badan
  • Kemerahan pada kulit, khususnya kulit wajah (flushing)
  • Mual dan muntah
  • Nyeri ulu hati
  • Bintik-bintik merah di permukaan kulit, yang tidak menghilang saat kulit diregangkan

Pada fase awal demam, sulit dibedakan dengan penyakit bukan DBD. Fase kritis biasanya terjadi paling sering pada hari ke-4 dan ke-5 dihitung sejak mulai terjadinya demam. Pada fase ini terjadi kebocoran plasma darah, sehingga darah menjadi kental, dan apabila tidak mendapat terapi cairan yang memadai dapat menyebabkan keadaan kekurangan cairan sampai kematian.

Fase kritis disertai tanda bahaya berupa muntah yang terus menerus, nyeri perut, perdarahan pada kulit, dari hidung, gusi, sampai terjadi muntah darah dan buang air besar berdarah. Badan teraba dingin (terutama pada ujung tangan dan kaki). Fase ini terjadi pada saat suhu tubuh mulai mengalami penurunan dengan cepat. Hal ini yang sering menyebabkan terlambatnya orang berobat, karena menganggap bila suhu tubuh mulai turun berarti penyakit akan mengalami penyembuhan.

Penanganan pertama saat terjadi demam adalah, lakukan tindakan-tindakan penanganan pertama untuk demam di rumah.
Baca : Mengatasi Demam pada Anak

Jika dalam waktu tiga hari demam tidak mereda, segera periksakan ke dokter. Bila diperlukan, dokter akan mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan darah ke laboratorium.

Sampai saat ini belum ada obat (anti virus) yang spesifik untuk penyakit ini. Pengobatan yang utama adalah mempertahankan keseimbangan ciran dengan pemberian cairan yang cukup, tidak kurang maupun berlebihan. Jenis, jumlah, dan cara pemberian berdasar atas fase penyakit, keadaan klinis, dan atas panduan hasil pemeriksaan darah.

Dalam upaya pencegahan penyakit DBD, menghilangkan jentik-jentik nyamuk (larva) itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Jadi, setiap keluarga hendaknya melakukan upaya PSN dengan gerakan 3M Plus. PSN adalah tindakan pemberantasan sarang nyamuk.

3M terdiri dari :

  1. Menguras
    Hal ini dilakukan dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menguras dilakukan sekurang-kurangnya 7 hari sekali.
  2. Menutup
    Langkah ini dilakukan dengan menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan sebagainya.
  3. Mengubur
    Mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti :

  • Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk
  • Mengoleskan obat anti nyamuk (repellent) pada daerah kulit terbuka, kecuali muka
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Adapun pengasapan (fogging) merupakan upaya pencegahan yang kurang efektif, bila tidak disertai PSN, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Apabila akan dilakukan juga harus memenuhi persyaratan tertentu. Menurut Pedoman Kemenkes RI tahun 2007, kegiatan pengendalian vektor dengan pengasapan atau fogging fokus dilakukan di rumah pasien/tersangka DBD dan lokasi sekitarnya yang diperkirakan menjadi sumber penularan.

Yuk kita lakukan upaya pencegahan DBD dari rumah masing-masing dengan menjaga kebersihan lingkungan supaya dapat menghilangkan sarang atau tempat perindukan nyamuk.

Referensi :

  1. IDAI – MEMAHAMI DEMAM BERDARAH DENGUE (BAGIAN 1)
    http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue
  2. IDAI – MEMAHAMI DEMAM BERDARAH DENGUE (BAGIAN 2)
    http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue-bagian-2

rumahmediagrup/arsdiani