Mencintai Secara Dewasa (Satu dari Rangkaian Puisi Karyaku)

Mencintai secara dewasa (satu dari rangkaian puisi karyaku)

Aku menuliskan ini bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan sebuah buku antologi puisi karyaku sendiri yang sempat kusangka takkan laku, ternyata cukup banyak peminatnya.

Namun sesungguhnya aku sudah tidak ingin mencetaknya lagi. Ah, sudahlah, bagaimana bila teman-teman coba membaca satu dari rangkaian puisi yang kuciptakan.

Mencintai Secara Dewasa

Bila kau mencintai secara dewasa?
Cinta yang tak hanya mengharap kesetiaan
Baik di depan maupun di balik punggung

Yang seperti itu kan, sebenarnya kesetiaan

Cinta yang tak sekadar bercerita
Tentang dunia kalian berdua
Seolah hidup hanya berputar hal itu saja

Kisah tak berujung berjudul “romantika”

Cinta yang bukan singgah satu dua hari
Namun untuk selamanya bahkan tanpa rencana

Cinta yang tak pernah merasa tersaingi
Karena bukan untuk menjadi sempurna

Cinta yang selalu bisa memaafkan
Tanpa melupakan cinta yang utama

Bukankah cinta sejati

Hanyalah cinta pada Illahi?

Cinta yang takkan membuatmu rapuh
Dan kehilangan dirimu
Bukan perasaan yang memaksakan

Membuat diri berubah hingga membutakan

Cinta yang takkan mengurangi cinta pada diri
Justru cinta yang semakin menguatkan dari hari ke hari

Melangkah bersama sembari menggenggam jemari

Satu dan lainnya saling menjadi pondasi

Ya, kurasa hati tlah memahami

Ternyata begitulah mencintai secara dewasa

Ketika kau bisa mencintai dia

Dengan tetap menjadi manusia biasa

Dengan tetap merasa kedua kaki menapak kokoh di tempatnya
Dengan tanpa menggantungkan bahagiamu di pundaknya

Bandar Lampung, 8 Desember 2019 (tanggal penyempurnaan dari sebuah puisi yang pernah aku posting di sosial media)

***

Bagaimana teman? Adakah harapan bagi karyaku yang berjudul puisi? Karena bagiku begitu sulit merangkainya tak seperti membuat cerita.

Lalu, bagaimana bila kubukukan lagi? Adakah yang akan membeli?

(Pada suatu malam yang galau)

rumahmediagrup/emmyherlina