Menciptakan Kebahagiaan

Menciptakan Kebahagiaan

Saat tidak mengalami suatu hal pelik, mudah bagi kita untuk menyalahkan pilihan orang lain. Tapi belum tentu saat masalah menimpa kita, diri ini lebih baik darinya.

Umur tidak menjamin kedewasaan seseorang. Ada orang yang terlihat matang secara usia, tapi cara berpikirnya masih seperti anak-anak. Ada pula yang masih belia, tapi cara berpikirnya bisa luas dan bijaksana. Tingkat spiritual seseorang dan pengalaman hiduplah yang membuat orang menjadi dewasa.

Begitulah hidup. Kalau memaksakan sesuatu dengan standar keduniawian, yang ada hanyalah capek belaka. Mengharapkan sesuatu yang tidak sesuai kemampuan. Tidak akan ada ujungnya.

Ada aksi, ada reaksi. Ada luka, namun juga ada penerimaan. Belajar mencukupkan diri. Bersyukur dengan semua pemberiannya. Namun juga tak berhenti untuk berproses lebih baik setiap harinya.

Berbaik sangka dengan pemberian Allah. Berdoa, semoga dikaruniai hati yang lapang untuk menerima segala takdir yang sudah ditetapkan. Baik itu sesuatu yang menyenangkan ataupun tidak.

Percayalah, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bahagia itu berasal dari diri sendiri. Kita sendiri yang menciptakannya.

Barakallahu fiikum

rumahmediagrup/siskahamira

One comment

Comments are closed.