Mengatasi Demam pada Anak

Mengatasi Demam pada Anak

Hari Senin malam itu, anakku terlihat gelisah di tidur malamnya. Beberapa kali ‘ngelindur’ dan membolak-balikkan posisi tubuhnya. Curiga perutnya kembung seperti yang seringkali terjadi setiap kali setelah dia main angin-anginan sore di luar, kuketuk-ketuk perlahan perutnya. Tidak ada tanda menumpuknya gas di dalam rongga perut. Refleks tangan ini memegang dahinya, panas.

Lalu ia terbangun, kutanyakan apakah ia merasa haus dan ingin minum. Sebuah anggukan menjadi jawaban. Setelah ia menghabiskan setengah gelas air putih, kami kembali ke kamar tidur.

Sudah kebiasaan, saat badannya merasa tidak enak, anakku akan minta dibalurkan minyak kayu putih di perut, punggung dan kakinya. Sambil dipijat-pijat perlahan di pundak, punggung dan kaki. Setelah diusap-usap punggungnya, ia pun tidur kembali, kali ini nyenyak sampai pagi.

Demam yang kerapkali terjadi saat malam hari pada anak, tak jarang membuat orang tua panik. Agar tidak panik, orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang demam dan penanganan pertamanya di rumah. Supaya bisa memberikan tindakan yang tepat.

Demam adalah keadaan di mana suhu tubuh melebihi 38 derajat celcius. Demam bukan penyakit utama. Melainkan mekanisme peningkatan suhu tubuh yang merupakan reaksi tubuh untuk mengatasi berbagai rangsang, misalnya terhadap virus, bakteri dan peradangan.

Tidak semua demam pada anak perlu berobat. Pertolongan pertama memainkan peran penting dalam mengatasi demam pada anak. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan di rumah saat anak demam :

1. Mengistirahatkan anak dari berbagai macam aktivitas.

2. Kompres dengan air hangat. Pengompresan dilakukan di dahi dan lipatan-lipatan tubuh (ketiak, lipatan selangkangan).

3. Bantu panas tubuh anak cepat keluar. Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, agar anak merasa nyaman dan tidak kedinginan. Namun tidak harus memakai pakaian yang tebal, cukup dengan pakaian yang agak tipis tapi tertutup. Pakaian yang terlalu tebal justru dapat mencegah panas tubuh anak keluar, sehingga demam anak bisa lebih tinggi. Pakaian yang lebih tipis dapat membantu panas dari dalam tubuh keluar lebih mudah.

4. Perbanyak asupan cairan. Usahakan agar anak minum air putih yang cukup, supaya tubuhnya tetap terhidrasi. Sedangkan pada bayi, cukupi asupan cairan dengan memberinya lebih banyak air susu ibu (ASI). Selain dari minuman, anak juga bisa mendapatkan cairan dari makanan seperti sup berkuah.

5. Obat penurun panas dapat diberikan jika anak tampak tidak nyaman atau gelisah. Parasetamol merupakan obat pilihan pada anak-anak.

Pada prinsipnya, saat anak mengalami demam, buatlah kondisi senyaman mungkin. Untuk mencegah anak menggigil atau kepanasan. Meski demam tidak selalu menandakan adanya penyakit serius, namun orang tua sebaiknya tetap waspada.

Apabila demam pada anak tidak kunjung reda dengan penanganan di rumah, segeralah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi anak. Teriring doa untuk semua orang tua yang buah hatinya sedang sakit, agar segera Allah beri kesembuhan. Juga Allah beri kesehatan paripurna bagi kita semua. Aamiin.

Ditulis ulang dan disunting seperlunya dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157890114817847&id=748347846

rumahmediagrup/arsdiani