MENGAYUH SAMPAN SENDIRI

Mengayuh Sampan Sendiri





Melewati ribuan hari

Elegi rasa tak terceritakan lagi

Nuansa pelangi hadir mengiringi

Gurauan canda pipit melati

Akankan terang terus bersinar

Yang dinanti tak kunjung datang

Untuk merengkuh sebuah hati

Harapan dalam kebisuan

Sauh telah dilabuhkan

Arakan awan iringkan doa

Mata sayu mengembang bening

Putih bergulung hiasi makna

Akankah tepian jadi harapan

Nun jauh pandang di layangkan

Semilir melenakan raga

Embun mendinginkan sukma

Nyanyian nirwana sapa menyapa

Dalam kekhusyuan tak berbatas

Ingin berlari songsong kenangan

Raga, rasa, ciptakan irama

Indahnya lantunan nyanyian asa