Mengejar Viral

Mengejar Viral

Banyak hal dilakukan orang untuk mengejar viral. Berlomba-lomba mencari popularitas agar berharga di mata manusia, bahkan kadang dengan cara yang tak masuk akal.

Menjadi terkenal lalu menginspirasi banyak orang, tentu saja itu bagus. Mampu menebar manfaat untuk orang lain. Tapi jangan lupa untuk terus meluruskan niat, memupuk keimanan, agar jangan sampai popularitas membuat diri jauh dari syariat.

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:
Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang lebih berat daripada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak balik
(Jami’ Al-‘ulum wal hikam hal. 21, Darul Aqidah, Koiro, cet.I, 1422 H)

Akan tetapi jika ketenaran itu menyapanya atas izin Allah, maka tetaplah belajar untuk membentengi diri dari rasa sombong.

Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan:
Yang tercela adalah apabila seseorang mencari ketenaran. Namun jika ia tenar karena karunia Allah tanpa ia cari-cari, maka itu tidaklah tercela.” (Ta’thirul Anfas)

Dunia dengan segenap puja-pujinya memang melenakan. Membuat diri makin haus untuk mendapatkan sanjungan. Bahkan mampu melunturkan niat baik di dalam hati, ketika rasa congkak menguasai diri.

Hati-hati dengan fitnah dunia. Jangan sampai manisnya begitu merayu hingga tak sadar menyeret diri dalam pusaran yang membuat hancur berkeping-keping.

Bentengi diri dengan iman dan taqwa. Hindari merasa diri paling baik. Karena di atas langit, masih ada langit. Jangan terlalu sering mendongak, nanti kaki bisa tersandung. Jangan terlalu lama menunduk, hingga lupa menatap indahnya langit. Belajar seperti padi, yang makin berisi, makin merunduk.

Kita bukanlah siapa-siapa. Semua kehebatan adalah milik Allah.
Luruskan niat dan tetap semangat menebar manfaat untuk orang lain sesuai kemampuan diri sendiri.

Barakallahu fiikum

*Tulisan ini diambil dari akun facebook penulis dengan beberapa editan.

rumahmediagrup/siskahamira