Mengenal Sayyidah Aisyah

::Mengenal Sayyidah Aisyah::

Saat ini lagu “Aisyah Istri Rasullullah” lagi jadi hits. Nyaris semua orang suka, dan mengulang tiap liriknya.

Ternyata lagu tersebut berasal dari sekelompok pemusik dari negeri Jiran yang beranggotakan 5 orang pria. Mereka menamakan diri dengan Projector Band. Lagu yang aslinya berjudul Aisyah dan isinya bercerita tentang putus cinta.

Kemudian lagu tersebut digubah oleh salah satu youtuber asal Malaysia menjadi Aisyah Istri Rasulullah. Isinya tentu saja menceritakan tentang Aisyah istri dari Rasulullah. Dan surprised, justru gubahan inilah yang menjadi viral di media sosial dan dilihat jutaan kali. Bahkan dicover oleh banyak orang. Salah satunya saya.

Mari kita membaca kembali sedikit kisah tentang Aisyah salah satu istri Nabi.

Siti Aisyah. Siapa yang tak kenal dengan perempuan cantik nan cerdas ini?. Beliau adalah putri sahabat Nabi : Abu Bakar al-Shiddiq, sekaligus isteri Nabi Muhammad Saw. Siti Aisyah dinikahi Nabi pasca wafatnya Siti Khadijah, yang 28 tahun lamanya menjadi isteri beliau satu-satunya.

Relasi Nabi dan siti Aisyah sangat menarik dan mesra. Nabi memanggilnya “si Humaera”, si kecil cantik dengan pipinya yang kemerah-merahan, bagai buah ranum.

Menarik sekali hadits Nabi ini :

قالت عائشة : لَمَّا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم طَيِّبَ النَّفْسِ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ أُدْعُ اللهَ لِى. فَقَالَ : “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ وَمَا أَسَرَّتْ وَمَا اَعْلَنَتْ”. فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِى حِجْرِهَا مِنَ الضِّحْكِ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَيَسُرُّكِ دُعَائِى ؟ فَقَالَتْ : وَمَا لِى لَا يَسُرُّنِى دُعَاؤُكَ ؟. فَقَالَ : إِنَّهَا لَدُعَائِى لِاُمَّتِى فِى كُلِّ صَلَاةٍ “. (صحيح ابن حبان).

“Siti Aisyah, isteri Nabi mengatakan : “Manakala aku melihat Nabi sedang senang, aku mengatakan : “Duhai Nabi, tolong do’akan aku, ya?”. Lalu Nabi mengatakan : “Ya Allah ampuni dosa-dosa Aisyah, yang dulu maupun yang akan datang, yang tersembunyi maupun yang tampak”.

Mendengar doa suaminya itu Aisyah tertawa terkekeh-kekeh, sampai kepalanya jatuh ke pangkuan Nabi. Nabi kemudian mengatakan : “Apakah kau senang dengan doaku tadi?”. Aisyah menjawab : “Bagaimana mungkin aku tidak senang didoakan olehmu?”. Nabi mengatakan lagi : “Itulah doa yang aku panjatkan kepada Allah untuk umatku pada setiap shalat”.

Betapa beruntungnya Aisyah begitu dicintai Nabi. Dan sangat beruntung kita sebagai umatnya yang tidak pernah hidup sezaman dengannya, namun Nabi senantiasa berdoa untuk kita.

Mari lantunkan sholawat sebagai tanda cinta kepadanya. Semoga Nabi sudi memberikan syafa’atul uzmah untuk kita di hari akhir nanti.

Wallahu a’lam

rumahmediagroup//afafaulia18

2 comments

  1. Tulisannya keren… Bun Affaulina .Apalagi bahasa Arabnya pintar kalau tdk bisa menulis arab seperti itu

Comments are closed.