Mengenal Sumber Hukum Dalam Islam

Endah Sulistiowati

Dir. Muslimah Voice

Di dalam Islam itu ada 4 sumber syari’at yaitu

1) Al-qur’an. Al-qur’an adalah wahyu yg diturunkan Allah SWT (lafadz dan maknanya) kpd Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril, serta tersampai kepada kita umat Islam yang sekarang dengan jalan mutawatir. Mutawatir artinya diriwayatkan lebih dari 40 org, sehingga tidak ada kekeliruan. So Al-qur’an di Mesir, Arab, Eropa, Amerika, Indonesia semua sama. Tidak ada perbedaan sama sekali.


2) As-sunnah/Al-hadist. Adalah perkataan, perbuatan, dan pembenaran (diamnya) Rasulullah.


Fungsi As-Sunnah ini ada 3
a) Sebagai penguat Al-qur’an. Jadi penguat dalil-dalil yang masih umum, misalkan tentang dakwah dan jihad. Diperkuat oleh banyak hadist.

b) Sebagai penjelas Al-qur’an. Misalkan perintah sholat, dalam Al-qur’an masih umum, kemudian bagaimana tata caranya, jumlah rokaatnya, bacaannya, ini diperjelas dalam hadist.

c) Sebagai musyari’/pembuat hukum. Sunnah mengatur hal-hal baru yang belum ada dalam Al-qur’an, tetapi tetap menjadikan Al-qur’an sebagai landasan.

3) Ijma’. Ijma’ adalah kesepakatan sahabat atas suatu masalah tertentu bahwa ini merupakan hukum syara’. Misalkan penundaan pemakaman Rasulullah hingga terpilih Khalifah pengganti Rasulullah.

4) Qiyas. Qiyas adalah menyertakan suatu perkara terhadap yang lainnya dalam hukum syara’ karena terdapat kesamaan ‘ilat diantara keduanya, yaitu terdapat kesamaan terhadap hal yang mendorong adanya hukum syara’ bagi keduanya. Misalkan mengqiyaskan narkoba dengan hukum khamr.

Nah, itu semua adalah sumber hukum dalam Islam. Maka sebagai seorang muslim kita harus mengikatkan setiap aktivitas kita dengan aturan-aturan Allah yang termaktub dalam hukum syara’ tersebut. Wallahu’alam.