Mengungkung Rindu Demi Mendekapmu

Mengungkung Rindu Demi Mendekapmu

Sekian purnama menantikanmu hadir dalam pangkuan, begitu membuatku rindu
Kata orang rindu itu indah
Ya, tapi juga menyiksa
Ingin segera bertemu, tapi tak juga waktu membantu
Ingin segera datang, tapi tak kunjung dapat balasan

Hanya penantian yang membuatku berpasrah dengan keadaan
Menunggumu dalam proses pengerjaan oleh tangan-tangan ahli
Aku kian berpikir, kau hadiah istimewa
Tentunya dikemas dan disajikan luar biasa

Merenda rindu dalam harapan berkepanjangan memang tak ada habisnya
Waktu terus bergulir mengikuti porosnya
Aku masih tetap setia menunggu dalam kepastian

Hanya demi melihatmu
Aku mengungkung rindu sedemikian dalam
Menggenggam terus bersama penantian
Menghitung satu-satu detik yang berlalu dari pandangan
Aku masih setia

Hingga di Sabtu siang, 6 Juni 2020
Saat kaki ini sudah letih melakukan rutinitas
Lelah menyergap, lapar memanggil
Engkau tengah tergolek indah di atas meja
Menyerukan suara ingin kudekap dalam pelukan

Ooh…bukuku sayang, akhirnya engkau datang dalam pangkuan
Menuntaskan rinduku sekian bulan
Engkau memang bukan yang pertama hadir mengisi jiwa
Namun engkau yang pertama kali dalam tulisan bersama Rumedia

Bukuku yang kurindukan…
Terima kasih engkau telah selamat dalam dekapan
Terima kasih telah menyelamatkanku dari kerinduan yang panjang

rumahmediagrup/bungamonintja