Mengurus Diri (1)

by canva

“Ibu, sepatu Doni, pakai !” Doni berjalan kedalam kantor menjinjing sepatu setelah pelajaran menari, “pakai !” Doni menjatuhkan sepatunya didepan Nail, wali kelasnya.
“Doni pakai sendiri.”
Nail masih duduk didepan laptop. Matanya tidak beranjak, menatap baris-baris laporan BOS yang harus segera ia selesaikan.

Doni diam, berdiri kaku di depan Nail. Tangannya menggoyangkan tubuh Nail “Cepat ibu Nail, pakai sepatu Doni” mata Doni kosong, menatap ke depan tanpa ekspresi.

Nail tersenyum, menatap Doni lama, “Duduk.” Tangan Nail menunjuk lantai di depan meja.

Doni menurut. Menjatuhkan badannya yang besar ke lantai keramik dengan kasar.
“Gulung bagian atas kaos kaki” Tangan Nail mengambil kaos kaki dari sepatu Doni, membalik bagian dalam, sehingga Doni mudah untuk memakainya.
Doni menerima kaos kaki dari tangan Nail, “Masukkan jari-jari kaki Doni.” Tangan Nail mencolek lutut Doni.
Doni dengan kaku mengangkat kakinya, merentangkan ke depan.
“Bu Nail” Doni menjulurkan kakinya ke depan Nail.
Nail menggeleng tegas “Tidak !“ tangan Nail menepis kaki Doni “Doni lihat !” Tangan Nail menunjukkan kaos kaki Doni yang diambil dari sepatunya, membalikkan sehingga posisinya siap untuk dipakai.

“Doni ambil kaos kakinya !” Tangan Nail menunjuk kaos kaki sebelah kanan Doni yang masih tergeletak didekat sepatunya, “Ambil” sekali lagi suara Nail yang berat memberi instruksi.

“Ini” tangan Doni mengambil kaos kaki yang ditunjuk Nail, dan menyerahkannya.
“Tidak, kaos kakinya dipegang Doni, masukkan jari-jari kaki Doni kedalam kaos kaki.”

“Tidak bisa.”
“Bisa !”

Nail menunjuk kaos kaki Doni, menyuruhnya untuk membalikkan seperti contoh yang diberikan Nail. Doni membalikkan kaos kakinya dengan asal.

“Tempatkan bagian belakang tepat dengan tumit, tarik kaos kakinya ke atas.”

Tangan Doni mengikuti instruksi Nail dengan kaku. Terlihat bintik-bintik keringat muncul di pelipis, matanya yang sipit semakin membentuk garis lurus karena konsentrasi.

Doni tersenyum puas, matanya melihat kaki kanannya sudah mengenakan kaos kaki.

“Aku bisa.”

Nail tersenyum, menunjukkan kedua ibu jarinya ke arah Doni.

“Doni hebat !, Coba lagi Doni, kaki kirinya.”

Mencoba, mencoba dan mencoba adalah teknik pembelajaran untuk anak berkebutuhan intelegensi.
Benarkah memakai kaos kaki hal yang paling sulit ?’ lebih sulit dari memakai sepatu itu sendiri.

Mengurus diri merupakan materi dalam bina diri yang merupakan program khusus SLB bagian C (Tunagrahita).

Salah satu materi dalam mengurus diri adalah mengenakan kaos kaki ☺️.

Rumahmediagrup/Srisuprapti