Mengusir Sepi dan Jenuh Saat Anak-Anak Aktivitas Sendiri

Mengusir Sepi dan Jenuh Saat Anak-Anak Aktivitas Sendiri

Saat orang lain berkata senangnya memiliki anak yang sudah beranjak dewasa, wajah ini cukup tersenyum simpul.

Mengurus anak beranjak dewasa memang tidak repot seperti saat mereka masih bayi, balita hingga lulus sekolah sekolah dasar. Terasa ada sesuatu yang hilang, saat mereka mulai pubertas atau beranjak dewasa. Apa yang dirasakan seorang ibu saat anaknya beranjak dewasa? 

Inilah yang dirasakan seorang ibu yang memiliki anak yang beranjak dewasa:

1. Dekat namun Terasa Jauh.

Sewaktu anak masih kecil, mereka tak mau jauh dari orangtuanya. Kemana-mana selalu ikut, bahkan untuk keperluan pribadi di rumah sekalipun. Setelah mereka dewasa, keberadaan fisik mereka di rumah, tapi sibuk dengan tugas sekolah atau organisasi masing-masing. Akhirnya yang keluar adalah kata, “Maaf Bu, jangan ganggu aku dulu.” 

2. Tidak Ada Lagi Rengekan

Dulu rasanya bosan dan sebal setiap kali mereka merengek atau merajuk. Mau tidur, minta gendong, dicandain kakaknya, pasti diiringi dengan rengekan. Sekarang, jangankan merengek, menangis pun tak pernah mereka tampakkan. Namun beruntung juga mereka tidak merengek minta sepeda motor karena sadar kemampuan  orang tuanya belum memadai, masih mau memanfaatkan sarana angkutan umum.

3. Dianggap Kurang Up to Date

Bapak dan ibunya sudah memiliki smartphone, tapi tetap saja dianggap belum memahami jiwa milenial mereka. Bapak dan ibu kudet, alias kurang update. 

4. Selalu Ada Me Time

Kesibukan anak bisa melebihi waktu orang tua mencari nafkah atau kesibukan rumah tangga. Akibatnya banyak waktu yang bisa dinikmati untuk diri sendiri bagi orangtuanya.

5. Sulit Mengontrol Pergaulan

Pergaulan luas dan bebas memang selalu dicari oleh kaum muda. Apalagi zaman sekarang akses berbagai informasi sangat cepat berkembang. Orang tua yang kudet hanya bisa menaruh kepercayaan kepada sang anak dan tentu saja memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa untuk selalu menuntun ke jalan yang benar. Selain itu kenali apa saja aktivitas yang mereka ikuti, teman-temannya, juga mentor dari masing aktivitas tersebut. Minta nomer telepon yang bisa dihubungi dari orang-orang yang berada di dalam kegiatan anak.

Saat sendirian tanpa kehadiran anak-anak yang memiliki kesibukan sendiri, memang menyesakkan. Siasati kondisi tersebut dengan me time yang bermanfaat. 

Waktu luang yang ada setelah urusan rumah tangga selesai, dapat diisi dengan kegiatan menulis, mencoba resep baru,atau bila mungkin bisa bisnis rumahan. 

Kita juga punya waktu untuk mendekatkan diri lebih intens pada Sang Khalik dengan mengaji di rumah, mengikuti kajian atau belajar mengaji di majelis taklim. 

Silaturahmi ke teman lama atau ngobrol ringan dengan tetangga bisa mengusir kejenuhan juga sembari menunggu anggota keluarga pulang dari kesibukannya.

Bila kita susun daftar kegiatan yang ingin kita lakukan wah bisa panjang berlembar-lembar. Walaupun kita memasang target tertentu dari aktivitas itu, tetap lakukanlah untuk kenyamanan diri sendiri, bukan ngoyo dan menyiksa diri sendiri. 

Jadi, usir rasa sepi dan jenuh karena tidak direpotkan anak-anak lagi dengan kegiatan yang bermanfaat. Buat anak-anak tetap bangga akan orang tuanya terutama kepada sang ibu.

rumahmediagrup/hadiyatitriono