Menikah, Menyemai Asa Sehidup Sesurga

Menikah, Menyemai Asa Sehidup Sesurga

Semua orang pasti punya keinginan menikah. Berbagi impian dan menghabiskan sisa usia bersama dengan pasangan halalnya.

Jalan yang ditempuh untuk sampai ke pernikahan pun tidak mesti mudah. Ada beberapa orang yang Allah segerakan untuk menikah. Ada juga yang mesti Allah sabarkan dulu hatinya, agar bisa bertemu jodoh yang terbaik.

Berharap memiliki pasangan yang sempurna adalah hal yang mustahil. Karena manusia tidak luput dari kekurangan. Kalau kita juga punya kekurangan, mengapa mesti menuntut kesempurnaan kepada pasangan?

Hendaknya dalam berumah tangga kita bijaksana menyikapi kekurangan satu sama lain. Saling menutupi aib dan menjaga kehormatan. Berusaha menurunkan ego masing-masing dan mencari titik temu saat ada masalah.

Tidak ada rumah tangga tanpa ujian. Semua sudah Allah atur sesuai porsinya masing-masing. Membandingkan ujian kita dengan ujian orang lain bukanlah hal yg tepat.

Jangan sampai kita terjebak ke dalam pemikiran “rumput tetangga lebih hijau”.
Menganggap orang lain lebih bahagia dari kita. Padahal itu belum tentu lho ya, bisa saja orang lain terlihat “biasa saja” di luarnya, karena dia mampu menyembunyikan permasalahan rumah tangganya.

Apa itu artinya kita tidak boleh berbagi cerita tentang rumah tangga kita kepada orang lain?

Tentu saja boleh. Kalau kita sebagai istri ya ceritanya lebih baik dengan teman sesama wanita. Begitu juga sebaliknya, kalau suami ya ceritanya ke teman laki-laki, jadi tidak akan menimbulkan fitnah.

Untuk cerita tentang permasalahan rumah tangga, baiknya kepada teman yang benar-benar sudah dekat dan bisa kita percaya. Sehingga ada titik terang dengan sudut pandang yang lebih obyektif.

Pernikahan yang baik adalah yang saling memberi pengaruh dalam hal kebaikan. Saling mengingatkan batasan-batasan yang harus dijaga dalam hubungan pertemanan.
Karena saat kau menikah, pasanganmu adalah tempat terbaik untuk berbagi impian. Sehingga meskipun sudah dipisahkan oleh kematian, kelak bisa berkumpul di surga bersama-sama.

*Menulis untuk menebar manfaat dan sebagai pengingat diri sendiri

Klaten, 4 November 2019

rumahmediagrup/siskahamira