Menjadi Diri Sendiri (3)

Menjadi Diri Sendiri (3)

Keluarga adalah rumah bagi jiwa. Tempat yang dituju untuk melepas penat pada rutinitas dan hiruk pikuk dunia. Ketika kita tersesat, keluarga akan menerangi jalan agar kita kembali pada arah yang benar. Ini adalah arti keluarga bagi saya. Pencarian arti yang baru saya temukan ketika telah dewasa.

Saya termasuk orang yang tidak memiliki ingatan panjang tentang masa kecil atau remaja. Mungkin ada masanya saya berusaha keras untuk melupakan segalanya. Saya merasa tidak cukup dekat dengan kedua orang tua dan kakak-kakak dan adik. Sebagai anak kelima dari enam bersaudara, perempuan satu-satunya, membuat saya selalu merasa sendirian.

Gita kecil dipaksa untuk menjadi serba bisa oleh keadaan. Kemudian menjadi terbiasa menyimpan rapat dan memendam semua bentuk emosi sendirian. Marah, senang dan sedih hanya bisa tercekat di tenggorokan. Bahkan melalui peralihan menjadi seorang gadis pun dilakukan sendiri. Saya bisa merasa sendirian dan sepi di tengah keramaian.

Tuntutan pekerjaan yang mengharuskan saya berinteraksi dengan banyak orang, semakin menumbuhkan rasa percaya diri. mulai bisa berempati terhadap lingkungan sekitar. Mulai bisa tampil di depan banyak orang untuk memimpin rapat atau menjadi mentor saat harus memberi pengarahan kepada anggota tim.

Pada akhirnya membuat saya menjadi lebih mudah bergaul bahkan membina tim kerja yang solid dan kompak. Saya mencapai prestasi dalam pekerjaan, menjadi sosok yang dilihat dan diakui. Tetapi saya tetap membumi, tidak serta-merta tinggi hati.

Kedewasaan berpikir mengalahkan ego, meleburkan perasaan bahwasanya saya butuh interaksi dengan keluarga. Saya mulai memaafkan diri sendiri dan orang tua serta kakak adik. Saya mengubah perilaku di dalam keluarga. Dari yang merasa tidak membutuhkan keluarga hingga saat ini memosisikan diri untuk tidak lepas dari keluarga. Lalu mulai menjadi diri sendiri, mengambil hikmah, bersyukur dengan kemandirian yang serba bisa.

Usia 30 tahun saya hadapi berdua dengan suami. Satu babak baru yang pernah saya bayangkan akan menjadi satu fase kehidupan dengan tantangan yang berbeda. Rumah tangga. Saya sudah paham, ke depannya akan tidak mudah. Tetapi niat saya adalah terus menjadi diri sendiri dan mencari rida Allah.

rumahmediagrup/gitalaksmi

2 comments

Comments are closed.