Menjadi Ibu, Sang Arsitek Peradaban Terbaik

Menjadi Ibu, Sang Arsitek Peradaban Terbaik

Keluarga adalah organisasi terkecil dalam suatu negara. Ketika satu anggota keluarga telah mampu menjalankan tauhid dengan benar lalu mendidik anak-anaknya dengan baik, maka Insyaa Allah akan lahir calon generasi-generasi Rabani. Generasi terbaik yang mampu mendatangkan kejayaan negara.

Ibu adalah pendidik pertama di dalam keluarga. Meskipun memiliki segudang aktivitas, jangan sampai melenakan kewajibannya sebagai penyejuk hati suami dan pendidik anak-anaknya. Seorang ibu mengasihi anaknya dengan ikhlas dan selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya.

Ayah juga mesti berperan dalam pendidikan karakter anaknya. Menjadi pendidik bagi istrinya. Menjadi pengayom dan pelindung bagi keluarganya. Saling bekerja sama dengan pasangan, menuntun anak-anaknya menjadi generasi mujahid.

Saat kita, sebagai wanita mampu menjalankan peran dengan sebaik-baiknya. Yakinlah Insyaa Allah pasti akan ada perbaikan karakter di dalam negeri ini.

Wanita adalah arsitek peradaban. Maka bangunlah peradaban dengan kalimat-kalimat tauhid. Dan hiasilah dengan akhlak yang baik, seperti yang dicontohkan Rasulullah.

Mari kita berbenah diri, belajar teguh menaati syari’at. Sudahkah kita menjadi teladan untuk keluarga? Berawal dari perubahan diri sendiri, lalu mengajak keluarga, kemudian orang di sekitarnya. Maka kejayaan negara pun akan kita dapatkan.

Menulis sebagai pengingat diri sendiri.

Barakallahu fiikum.

Klaten, 7 November 2019

rumahmediagrup/siskahamira

2 comments

Comments are closed.