MENJADI PENDUDUK BUMI

Menjadi Penduduk Bumi

Film adalah salah satu hiburan yang hampir dinikmati seluruh orang. Menjadi seorang muslim menonton film tidak hanya sekedar hiburan belaka, ada hal yang bisa kita lihat dari berbagai sudut pandang.

Pernah nonton film Star Wars, Armagedon, Gravity, Interstellar, Star Trek, The Space Between Us, The Martian, Solaris, dll? Mmmm … Ini bukan promosi ya sahabat, namun film ini menceritakan kisah beberapa orang yang membentuk tim kemudian menjalankan suatu misi yang diperintahkan. Keberangkatan mereka tentu dipenuhi bekal dan panduan menjalankan misi. Imajinasi kita akan menghantarkan pada perjalanan mereka yang penuh strategi diluar nalar.

Mereka juga harus pastikan tepat dalam mengambil keputusan saat genting. Mereka juga berusaha keras untuk bertahan dengan segala dinamika yang dihadapi. Perjalanan lintas waktu melewati black hole, pencarian planet baru karena bumi diambang kehancuran, bahkan terjebak dalam planet misterius.

Semua itu mereka tempuh untuk mewujudkan satu misi yang telah mereka bawa sebelum berangkat. Ada aturan yang mesti dikuti untuk bertahan dalam mencapai tujuan. Bagi penikmat film tentu ini menantang, menegangkan dan keren banget pastinya. Tapi sayang ini hanyalah khayalan semata, ini film ber-genre sci-fi, penuh imajinasi dan kecerdasan penulis naskah.

Sama halnya dengan kehidupan kita, naskah kehidupan setiap manusia itulah yang lebih luarbiasa, karna Sang Pencipta yang membuatnya. Naskah dengan skenario yang epic. Dikehidupan orang lain mungkin saja kita adalah pemeran pembantu, namun tetap dalam kehidupan kita, kitalah pemeran utamanya. Setiap manusia memiliki naskah yang berbeda-beda tapi tetap memiliki misi yang sama, yaitu menjadi penduduk bumi.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi …” (TQS. Al Baqarah: 30)

Hari ini, kita yang bertebaran di bumi Allah adalah orang-orang yang sedang mengemban dan menjalankan misi luar biasa sebagai muslim, meratakan bumi Allah dengan kalimat Laa Ilaaha Ilallah Muhammad Rasulullah, dengan Islam yang Rahmatan Lil’alamin.  Menjalani dinamika hidup dengan berbagai rintangan. Masalah yang datang silih berganti, ujian bertubi-tubi, jalanan penuh kerikil dan duri.

“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak kan dikembalikan kepada Kami?” (TQS. Al Mu’minun: 115)

Permasalahan pribadi yang tak ada habisnya, masalah keluarga yang tak henti, sampai permasalahan negara yang kian meruncing. Betapa banyak orang-orang yang merasa putus asa menjalani hidup. Namun, Allah tak membiarkan kita menghadapi masalah tanpa bekal. Allah tidak biarkan kita begitu saja, tapi Allah beri panduan agar tak salah dalam mengambil keputusan.

“Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus …” (TQS. Al Isra: 9)

Aturan Allah buat bukan untuk memberatkan kita tetapi untuk menaklukan semua masalah itu. Oleh karena itu jalani hidup sesuai prosedur Allah, jangan sampai misi gagal sebelum berakhir? Tak semua bekal yang Allah beri itu kita ketahui, karena itu harus terus belajar mengkaji Islam, agar hidup tak berujung pada kerapuhan dan kegalauan parah.

rumahmediagrup/firafaradillah