Mensyukuri sakit

::Mensyukuri Sakit::

Setiap kita pasti pernah terkena sakit. Baik ringan, sedang, ataupun sakit berat yang mengharuskan kita opname di Rumah Sakit. Lantas bagaimana kita tetap bersyukur AKA berterima kasih saat sakit menghampiri?

Btw, sejak merebaknya covid-19, orang-orang menjadi sedikit phobia jika mendengar ada orang batuk atau bersin di dekatnya. Khawatir berlebih bahwa orang tersebut bisa menularkan virus yang sedang menjadi buah bibir saat ini.

Beberapa minggu lalu, sempat disinggahi sakit. Demam yang naik turun, pusing kepala, badan nyeri. Flu dan saudara-saudaranya sepertinya mau datang. Bisa karena kelelahan yang terakumulasi. Obatnya istirahat, makan dan minum yang cukup, tambah asupan vitamin. Ternyata sakit yang datang ini cukup betah, dua minggu berdiam di tubuh. Isolasi mandiri dengan tetap mengerjakan tugas domestik dan lain-lain, yang mungkin membuat proses penyembuhan menjadi agak lama. Karena peraturan pertama, “Ibu dilarang sakit”.

Sakit sebagaimana nikmat lainnya, tetaplah harus disyukuri. Dengan berterima kasih kepada sakit, kita jadi tahu bagaimana orang-orang yang menderita karena sakit. Bagaimana harus tetap mensyukuri kepayahan dengan senyum bahagia.

Sebab sakit adalah nikmat yang jarang disyukuri. Banyak dari kita akan segera mengeluh saat diuji oleh kesakitan, baik sakit fisik ataupun sakit psikis.

Sejatinya sakit psikislah yang melahirkan sakit fisik. Dan pangkal dari semua yang bisa mendatangkan sakit, terletak di dalam diri, yaitu HATI. Lantas bagaimana mengolah hati agar senantiasa terjaga dengan baik?
Sedang hati sesuai asal katanya adalah, berbolak-balik.

Tentu saja sebagai muslim maka doa adalah sumber kekuatan utama. Demikian banyak literatur Kalamullah yang mengatakan agar selalu berlindung hanya kepada Tuhan, meminta kekuatan iman dan totalitas cinta hanya kepadaNya.

Saat cinta telah memenuhi hati, maka kita akan mudah mensyukuri setiap hal yang datang dalam hidup. Karena kehidupan tak melulu sebuah kesenangan atau kesengsaraan.

Selamat mencari cinta.
Selamat mensyukuri nikmat.
Selamat berlomba dalam kebaikan.
Semoga menjadi hamba-hamba yang penuh syukur kepada Tuhannya.

•Dan Hanya Allah yang Maha Mengetahui•

Menulis adalah caraku menasihati diri.

rumahmediagroup//afafaulia