Menuntut Ilmu Bagi Perempuan

Menuntut Ilmu Bagi Perempuan

Saya memiliki tiga anak perempuan yang beranjak dewasa, kerap mendapat omongan seperti ini. 

“Aduh, enak ya sebentar lagi mantu. Punya anak perempuan nggak perlu sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujung ke dapur aja.”

Duh segitunya ya anggapan kalau punya anak gadis. Diri ini jadi berpikir, “Apakah perempuan dianggap tidak penting menuntut ilmu setinggi-tingginya?”

Ilmu itu beragam pengetahuan, sedangkan anak perempuan adalah calon ibu yang nantinya menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Bagaimana seorang ibu yang minim pengetahuannya, dapat mencetak generasi penerus yang bermutu.

Mengutip uraian Ustadz Munir al Ghadhban yang membahas masalah seputar pendidikan bagi kaum wanita, menyinggung target-target yang ingin dicapai oleh sebuah sistem pendidikan yang dikhususkan bagi wanita muslimah. Ada lima target bagi seorang wanita untuk dididik dan diajari hal-hal berikut ini :

  1. Ilmu keagamaan.
  2. Tanggung jawab dirinya dalam rumah.
  3. Mengatur rumah dan melayani suami.
  4. Mendidik dan mengasuh anak.
  5. Mengenal masyarakat sekitar dimana dia hidup.

Kelima target tersebut diperolehnya dalam jenjang pendidikan bertahap, dimulai dari pendidikan dasar, menengah pertama, menengah umum dan bangku kuliah. Melalui jenjang itulah, kaum wanita menuntut ilmu.

Tidak ada larangan di dalam belajar menuntut ilmu, akan tetapi setiap hal yang dapat menjadi penghalang bagi wanita untuk menunaikan peran dasar sebagai ibu rumah tangga, maka hal tersebut adalah hal yang terlarang.

Hassan al-Banna berkata, “Di antara pendidikan yang baik bagi anak perempuan adalah mengajarinya hal-hal yang pasti dibutuhkan, yaitu ketika menjalankan perannya, seperti membaca, menulis, menghitung, pelajaran agama, sejarah para Salafus Saleh -baik laki-laki maupun perempuan-, mengajari bagaimana mengatur rumah, hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, dasar-dasar mendidik dan mengasuh anak, serta mengajarinya segala hal yang dibutuhkan oleh seorang ibu di dalam mengatur rumah dan mengasuh anak-anak.

Begitu pentingnya perempuan memiliki ilmu, karena dengan ilmu akan mempermudah mendidik anak sebagai generasi penerus yang tidak hanya pintar tapi berakhlak dan beradab sesuai agama.

Abdul Mun’im Ibrahim.2005.Mendidik Anak Perempuan.Gema Insani.Jakarta

rumahmediagrup/hadiyatitriono