Menyusun Rancangan Penelitian

Sumber gambar : http;/www.google.com/

Menyusun Rancangan Penelitian

Sebagai peneliti pemula, mungkin sering bingung ya untuk menyusun rancangan penelitian. Saat diminta untuk menjelaskan ide atau gagasan penelitian, belum bisa menggambarkannya dengan jelas. Masih bingung dimulai dari mana. Mari kita diskusi terkait menyusun rancangan penelitian ya.

Nah, untuk diketahui terlebih dahulu bahwa penelitian itu adalah sebuah proses alamiah dengan prosedur metodologi tertentu. Peneliti mungkin bisa mengawali dari “membaca” masalah penelitian. Apa itu masalah? Menemukan apa yang terjadi dengan membandingkannya dengan apa yang seharusnya. Bagaimana cara menemukan masalah? Caranya adalah melakukan observasi, mengamati apa-apa yang terjadi pada lingkup situs penelitian.

Jika penelitiannya terkait dengan persoalan sosial yang membutuhkan observasi awal, maka lakukan pengamatan tersebut. Catat apa-apa yang menjadi pertanyaan penelitian. Atau mungkin juga melakukan pemetaan dengan membaca data empiris lainnya. Menemukan pertanyaan-pertanyaan penelitian pada data sekunder, empiris hasil penelitian terdahulu, dan data yang ada saat observasi.

Kemudian, susunlah beberapa mapping berpikir. Mapping tentang teori. Mapping tentang empiris. Dan catatan penting hasil observasi lapang awal dan data sekunder. Mapping ini bertujuan untuk mengetahui posisi penelitian yang akan dilakukan. Kontribusi pertanyaan penelitian yang sudah ditemukan diantara penelitian terdahulu menjadi penting untuk diketahui. Apakah penelitian yang akan dilakukan tersebut bersifat eksplorasi, bersifat verifikasi atau pengembangan dari empiris orang lain. Nah, kebaruannya akan terlihat pada mapping yang dilakukan.

Setelah diketahui kontribusi penelitiannya diantara penelitian lainnya, maka rumusan masalah disusun berdasarkan pertanyaan penelitian. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka bisa ditentukan cara pendekatan apa yang akan digunakan. Metode apa yang akan dipilih? Strategi nya bagaimana untuk menjawab rumusan masalah? Menyusun metodologi menjadi langkah selanjutnya. Pilihan metodologi tergantung pada tujuan penelitian. Sedangkan tujuan sangat tergantung pada kemauan pertanyaan rumusan masalah penelitian.

Metodologi penelitian diawali dengan penentuan pendekatan yang dilakukan. Apakah dengan pendekatan kuantitatif ataukah dengan kualitatif? Pemilihan pendekatan ini melihat apakah penelitian dilakukan untuk mengetahui sebuah hubungan timbal balik, menjelaskan sebuah hipotesis tertentu, atau mengungkap sebuah fenomena tertentu. Jika menjelaskan hubungan dan hipotesis maka mengunakan pendekatan kuantitatif. Dan jika mengungkap sebuah fenomena maka digunakan pendekatan kualitatif.

Setelah pendekatan ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan metode. Pemilihan atas metode ini tergantung pada paradigma yang dipilih. Cara pikir masing-masing paradigma berbeda. Mencari untuk hanya mendeskripsikan saja, memaknai, mengkritisi atau bahkan membangun teori. Sesuaikan cara pikir metode dengan masing-masing metode.

Penentuan metode akan menuntun peneliti pada penentuan teknik analisis. Penentuan jenis data dan sumber data, memilih responden atau informan. Lingkup penelitian dan situs penelitian harus memuat alasan yang jelas dan ilmiah. Variabel operasional pada kuantitatif. Dan lainnya yang memuat kebutuhan atas teknik yang dipilih.

Penelitian baru bisa dilakukan jika tersusun dengan jelas tujuan yang ingin dicapai. Pemilihan teknik dan metodologi yang tepat. Selanjutnya menyusun instrumen pertanyaan penelitian. Menyusun instrumen penelitian pada pendekatan kualitatif berbeda dengan pendekatan kuantitatif. Persiapan instrumen dilakukan dengan masing-masing prosedural. Jika pada pendekatan kualitatif, maka instrumen dibuat dengan menyusun beberapa pertanyaan. Cek list beberapa instrumen bukan hanya kesiapan pertanyaan, tetapi juga memuat kebutuhan data. Misalnya dokumen apa yang diperlukan, foto, alat rekam dan lain-lain.

Lakukanlah penelitian lapang jika semua sudah siap. Pastikan informan sudah siap untuk ditemui. Berarti sebelumnya buatlah janji dengan mereka. Penelitian segera dilakukan sebagai dasar tindakan untuk memecahkan masalah. Ingat ya memecahkan masalah, tanpa harus muncul masalah baru. Bismillah…..

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita Kristina