Merah Hitam

Merah Hitam

Kerlip bintang..
Malam..
Hitam..
Temaram.
Bosan..
Ingin kuremas puisi ini..
Lalu kulempar ketengah samudra..
Karena aksara tercipta hanya inspirasi tentang dia dan dia.

Mengapa?
Sekali lagi ada tanya..
Tajam..
Penuh harapan..
Butuh jawaban..
Bukan khayalan..
Bukan…
Jangan sentuh hatiku..
Jangan permainkan intuisi kelabu..
Jangan….

Selalu dia dibalik semua ini..
Katakan..
Jangan diam..
Ungkapkan kebenaran..
Berikan jawaban…
Aaahhh..
Persetan..
Tiada satupun bersuara..
Kemana kata-kata realita berada?
Ingin kuhujam belati tepat di jantung puisi ini..
Kebencian telah sampai di ujung awan..
Sumpah serapah tak membuatnya berubah arah..
Imaji tentang raga kupuja hadirkan gairah..
Kalimat lembut penuh pesona selalu hiasi mimpi indah..

Bedebah…
Kebencianku memuncak pada puisi tentang dia dan dia..
Tak sanggup hapuskan rasa cinta..
Tiada daya menghindar asmara..
Jiwa lelah menyimpan debar di dada…

Aku benci puisi ini..
Aku benci inspirasi tentang bingkai putih merindu padamu..
Aku ingin keluar dari imaji semu..
Karena semua aksara di duniaku tercipta karenamu..

#imajinasi #hanyafiksi #love #mystyle

rumahmediagrup/alinawidya29