MERAJUT MIMPI MERENDA ASA

Merajut Mimpi Merenda Asa

Saat waktu berlalu tanpa disadari, saat rasa tak lagi terasa untuk dirasakan, menangis, mengeluh, berontak dan akhirnya bermuara pada diam. Diam untuk melihat kembali, diam untuk memuhasabah diri, diam untuk beristirahat sejenak yang akhirnya kembali berlari.

Dalam kehidupan acapkali datang takdir yang tidak diinginkan namun sejatinya itulah yang terbaik untuk seorang hamba yang telah dipilihkan oleh Tuhannya. Kesadaran akan kebaikan setelahnya kadang terlambat untuk disadari, akhirnya luput untuk disyukuri. Manusia sejatinya yang terlihatlah yang menjadi patokan rasa, rasa senang, sedih, kecewa, gundah, ragu, haru entah rasa apalagi yang bisa diungkap dari hasil yang terlihat. Sementara yang tersirat hanya terdiam, sendiri dalam kesunyian, yang hanya dapat dihampiri oleh hati yang memiliki kepekaan tingkat tinggi.

Rutinitas, capaian hidup, amanah yang dipikul, hanyalah pengisi dari sebuah perjalanan waktu. Kadang dihadapkan pada situasi menegangkan, dihadapkan pada situasi memilukan atau situasi yang membuat hati dan membangkitkan daya juang. Namun akhirnya bermuara pada satu pencapaian, berhasil atau gagal, keduanya hanya sebatas pilihan.

Pernahkah kejenuhan datang menghampiri, pernahkah ada tanya dalam diri, apa sebenarnya yang sedang, yang telah atau yang belum saya lakukan. Seberapa besar manfaat diri ini untuk sesama, ataupun untuk diri sendiri. Roda waktu terus berjalan, sementara semua tetap pada tempatnya, perubahanlah yang membedakan antara dulu, kini dan kemudian.

Bolehkah bermimpi, tentu saja boleh, itu menjadi hak bagi setiap insan. Selama napas masih diperuntukan padanya, mimpi adalah pengegas semangatnya. Namun tinggal bagaimana membijaksanainya, mau terus terlelap dalam mimpi, atau bangun untuk merealisasikannya.

Mimpi memerlukan asa, yang tak padam oleh gemuruhnya titik hujan, yang tak lekang dimakan waktu, mengalir terus mencari jalannya. Asa tak pernah hilang, selama tempatnya tak diabaikan, dialah qolbu, sang pemandu asa. Asa akan menemani kemana mimpi berjalan, mengawal, mengingatkan, menguatkan sampai mimpi itu ada pada kenyataan.

Waallhu alam bisshawab

rumahmediagrup/anisahsaleh