Monday Morning Be Like

Monday Morning Be Like

Bunda, Mrs. Goh is Chinesse you know?”

Rayyan, please. I don’t like you defining people according to their races, religion, or skin color. Just tell me her name.”

“But Bunda …”

“It’s not good okay?”

“But Bunda, what I’m trying to say is that you should write to her in English. Not Malay, because she doesn’t understand Malay.”

Ih! Bocah! Emak sudah tau lah!

“I’m not going to write in Malay!”

“Good. Because she’s not Malay nor Indonesian Bunda.”

“I’m going to write in Javanesse. Boso Jowo!”

Bundaaaaaaa!”

Bocah pagi-pagi udah ngeselin! Ya masak Emak nulis surat ke teacher di sekolah dalam bahasa Melayu, sih!

Emak juga sih sukanya assuming. Soalnya saya paling tidak suka jika anak-anak menandai orang lain dari ras, suku, agama, maupun warna kulitnya. Saya tidak ingin mereka tumbuh besar menjadi racist atau seseorang yang memandang rendah orang lain yang “berbeda” dengan mereka.

Walau ternyata asumsi saya salah. Hihihi. Pagi ini juga saya belajar untuk tidak cepat-cepat jump to conclusion nor assuming. Harus tanya dan cari tahu dulu, Bunda. Stop and listen! Sorry ya, Rayyan.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda