Mood Bikin Badmood?

Happy writing! Ketika pertama kali Anda memutuskan untuk menjadi seorang penulis, apa motivasi terbesar yang mempengaruhi keputusan Anda tersebut? Jika Anda becita-cita untuk menjadi seorang penulis profesional, Anda harus dapat menjawab pertanyaan ini dengan baik.

Menulis itu jika ditekuni akan mendatangkan banyak manfaat. Lebih-lebih jika kebiasaan menulis itu dimanage dengan baik, akan dapat menghasilkan pemasukan yang berarti kepada Anda. Sebenarnya menulis itu gampang-gampang susah. Gampang jika Anda punya banyak ide, mood Anda sedang baik, dan memang Anda sudah terbiasa menulis.

Susahnya adalah memanage kegiatan menulis itu sendiri jika kita sedang dalam kondisi minim ide, dan mood kita menurun. Terlebih untuk menjaga konsistensi dan komitmen untuk tetap fokus pada profesi menulis, apa pun keadaanya.

Lantas bagaimana cara untuk mensiasati kendala dalam menulis? Agar kita tetap dapat menjaga komitmen dan konsistensi, meskipun dalam kondisi paceklik ide sekalipun. Tetap produktif menulis meskipun mood kita tak menentu, dan berbagai faktor penghambat lainnya. Berikut merupakan kiat-kiat yang saya terapkan pada diri sendiri untuk mengatasi hal-hal di atas. Langkah-langkah berikut jika Anda lakukan secara konsisten, akan membuat Anda produktif dalam menulis, dan keahlian menulis Anda akan semakin terasah.

  1. Temukan alasan mendasar

Apapun profesinya, seseorang memiliki sebuah alasan yang mendasar dan kuat mengapa ia menekuni profesi tersebut. Begitu juga dengan profesi menulis. Alasan tersebut bisa berhubungan dengan minat, bakat, hoby, ataupun alasan finansial sekalipun.

Namun untuk menjadi seorang penulis yang hebat, jangan hanya alasan finansial saja yang menjadi faktor penyebab Anda terjun ke dalam dunia kepenulisan. Sebab jika demikian, ketika menulis tidak lagi mendatangkan keuntungan finansial seperti yang Anda harapkan. Anda akan mudah berhenti menjadi serang penulis.

  1. Jadikan menulis menjadi gaya hidup Anda

Menjadikan menulis menjadi gaya hidup berarti kegiatan menulis sudah mendarah daging dalam diri Anda. Setiap kegiatan Anda dari bangun tidur sampai tidur lagi malam harinya dapat dan selalu Anda catat setiap hari.

Ketika berbelanja di supermarket Anda menemui sebuah brosur iklan, Anda lalu mempunyai sebuah ide brilian yang langsung Anda jadikan bahan tulisan Anda. Ketika menonton film Anda lalu terinspirasi untuk menulis sebuah novel. Dan banyak lagi hal-hal dalam keseharian Anda yang bisa menjadi bahan tulisan Anda.

  1. Tantanglah diri Anda untuk membuat sebuah karya orisinal Anda sendiri

Ketika Anda sudah berhasil membuat sebuah karya tulisan orisinal, kepercayaan diri Anda akan meningkat. Buatlah sebuah karya orisinal mulai dari yang kecil-kecil saja dahulu. Bisa berupa artikel tentang hal-hal yang Anda kuasai. Dan konsistenlah dalam hal itu. Tanpa terasa nanti Anda akan memiliki ratusan artikel tentang topik yang Anda sukai. Hal ini sama saja dengan membuat satu buku.

  1. Bergaullah dengan komunitas penulis

Lingkungan memengaruhi seseorang. Jika lingkungan kita adalah lingkungan yang mendukung kita. Maka kita akan mengalami perkembangan yang terus meningkat sebagai seorang penulis. Namun sebaliknya, jika lingkungan kita tidak mendukung, maka hambatan kita menjadi seorang penulis profesional juga akan besar.

Di samping itu bergaul dengan komunitas penulis, semangat kita akan terjaga bahkan terus meningkat. Ide-ide yang bisa kita dapatkan untuk bahan tulisan pun akan semakin mudah kita dapatkan. Kita juga bisa mendapatkan arahan dan petunjuk dari para penulis profesional lain. Dan yang lebih penting lagi kita akan semakin produktif dalam menulis.

Temukan alasan terpenting yang membuat Anda memutuskan menjadi seorang penulis, jadikan menulis sebagai gaya hidup Anda, dan bergaulah dengan sesama penulis. Hal-hal penting inilah yang ditanamkan oleh para penulis profesional agar bisa terus produktif dalam menulis. Buatlah itu menjadi pijakan dan gaya hidup Anda. Dan tunggulah hasil manis yang bakal Anda dapatkan nantinya.

rumahmedia/deejay