Mother Knows Best … Not

Mother Knows Best … Not

Bunda, teacher said I have to bring three colors for my whiteboard marker. Black, …”

“I know I know.”

“But, Bunda,”

“I know lah! Dah sana dulu. I’m busy signing Kakak’s letters.”

“But, Bunda,”

Ihhh! Ini anak bikin senewen betul ya! Sedari pagi membuntuti saya dan bolak-balik bilang kalau ia harus membawa beberapa warna spidol untuk white board nya. Padahal saya sedang sibuk mondar-mandir mempersiapkan keperluan mereka, dan menandatangani surat-surat milik sang kakak.

“I knooooow, Rayyan! But tell your teacher that I’m going to buy those markers today. In the mean time, please use whatever color you have.”

“But teacher asked me to bring these colors, Bunda.”

“I knooowwww! Ih! Ini bocah, ya. You need black, red, and blue right?”

Emak tahu lahhhh, Rayyan!

Hampir saja saya membuka mulut untuk menyanyikan dialog yang terkenal dari film “Rapunzel”. Sebaris lagu yang selalu dinyanyikan sang penyihir jahat penculik gadis berambut super panjang itu.

Mother … knows best!

“But Bunda, that’s wrong. I need red, black and GREEN.” Katanya sambil setengah meringis. Begitu pula sang Ayah yang berdiri di samping saya. Ia terlihat menahan tawa. Saya? Terpaksa tersenyum kecut.

“Ohhh. Ya mana Bunda tahu harus ada green color. That’s an odd color!” Ujar saya sambil tetap ngotot tanpa rasa bersalah. Ngeles adalah kunci. Hahahaha!

Emak juga manusia, Cinta. Kadang juga bisa salah, walau jangan harap ia akan mengakuinya.

Motheeerrr knows best … NOT!

Curse you, white board markers!

rumahmediagrup/rereynilda