Move On After Broken

Sumber gambar : Canva

Move On After Broken

Hari gini masih ngomonging patah hati? Oh, no! Itu sih perkara yang sering dialami remaja dengan cinta monyetnya!

Eits. Jangan salah. Orang dewasa sekalipun pasti pernah merasakan patah hati, loh. Patah hati saat pasangan berpaling ke hati yang lain, proyek kerjaan gagal, kesempatan kerja diambil orang, dan masih banyak contoh yang membuat hati kita bisa patah. Benar, tidak?

Rasanya patah hati itu sudah pasti nggak enak. Dunia sepertinya jadi sempit. Mau ke sana kemari, eh ada mantan. Mau ke sini ke situ, ada pesaing bisnis. Duh, gimana ingin mendinginkan hati yang panas kalau begini? Yang ada makin terpuruk, deh. Hhh ….

Hohoho. Tenang. Rileks. Jangan dulu emosi. Lebih baik baca dulu tips-tips berikut ini sambil atur napas baik-baik, ya?

1. Terima.

“Apa terima begitu aja? No way! Harus ada perhitungan buat yang sudah mematahkan hatiku!” Ini kalau ego yang berbicara.

Tenang, tenang. Jangan mikir untuk balas dendam. Nggak baik, lho, untuk kesehatan dan kecantikan. Justru tips pertama adalah belajar menerima dengan lapang, hati terbuka, ikhlas, dan tawakal. “Legowo” kalau bahasa Jawanya.

Ya. Terimalah dengan sepenuh keyakinan bahwa mungkin inilah yang terbaik. Allah SWT pasti punya rencana indah di balik semua kesedihan yang melanda. Tinggal kitanya sabar, pasrah, dan mematuhi segala ketentuan dan takdir dari-Nya. It’s so simple.

2. Pandang ke depan.

Hidup kita takkan berhenti hanya karena ada seseorang yang sudah berhasil mematahkan hati, cita-cita, dan impian yang sudah direncanakan.

Well, gagal satu rencana, buatlah rencana yang lain. Kreatiflah. Berimprovisasi. Jangan biarkan rasa patah membuat kita menjadi tidak produktif lagi.

Dunia masih terus berputar. Malam akan selalu berganti dengan siang. Selama kita masih hidup, masa depan yang lebih baik bukan mustahil untuk bisa diraih. Masa depan masih terbentang di hadapan mata. Mari raih dan sambut hari esok yang lebih cemerlang.

3. Kita itu istimewa.

Saat merasa terpuruk, cobalah memandang wajah sendiri di depan cermin. Katakan pada diri sendiri lalau kita istimewa, tak pantas diperlakukan semena-mena. Tak boleh ada seorang pun yang menghancurkan kita.

Ayo kepalkan tangan dan ucapkan dengan tegas dan lantang bahwa, “Aku kuat! Takkan hancur dengan mudah karena Allah bersamaku.”

4. Mengukir prestasi.

Apa hal yang paling menyakitkan bagi orang-orang yang berhasil mematahkan kita? Terutama buat mereka yang memang sengaja ingin menyakiti kita?

Yaitu ketika mereka melihat ternyata kita mampu bangkit, berprestasi, dan lebih bahagia dari sebelumnya. Lebih bersinar dan kuat. Lebih memesona dan luar biasa, sehingga orang-orang yang telah menyakiti kita menyesali perbuatannya. Bukan tidak mungkin mereka ingin kembali bersama lagi.

Memang takkan semudah teori, tetapi bukan hal mustahil untuk dilakukan. Yang terpenting dari semua itu adalah, kita harus mampu berdamai dengan kenyataan. Rasa sakit karena patah hati itu adalah sebuah hal yang wajar dan bisa menimpa siapa saja.

Ingatlah. Jangan mudah menyerah kalah. Jangan lama-lama berkubang dalam keterpurukan. Bangkitlah segera setelah menangis hingga puas.

Yakinkan pada diri sendiri bahwa kita itu orang-orang terpilih. Yang akan selalu bisa melewati ujian-ujian hidup yang datang, guna menaikkan level kita menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

So, are you ready to be rised after broken?

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah