MUSAFIRIN

Setiap anak yang lahir adalah penantian orangtuanya, berharap kelak menjadi seseorang yang bermanfaat untuk peradaban. Menjalani hidup bersama dengan waktu. Jam yang setiap jarumnya terus berdetak meski kita berhenti. Jumlahnya kian berkurang dengan lamanya hidup. Manusia merasakan awal dan akhir. Sesuatu yang pasti, pemutus semua kenikmatan dan kebahagiaan.

“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati“ (TQS. Ali ‘Imran:185)

Kapan kematian akan mendatangi kita?

Rahasia, kita tak pernah tau namun itu sebuah kepastian. Disaat bekerja, terputuslah semuanya. Disaat makan, terputuslah nikmat makan disaat itu. Disaat bermaksiaat, penyesalanlah yang akan menghampiri.

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh.“ (TQS. An Nisaa :78)

Semua yang telah manusia perjuangan di bumi, yang telah susah payah ia dapatkan, hanya akan ditinggalkan. Harta yang berlimpah, keluarga yang utuh, pekerjaan yang bagus, kehidupan yang layak, pangkat yang tinggi, semua itu hanya akan ditinggalkan.

Meskipun keranda sebagai kendaraan menuju tempat peristirahatan terakhir dipenuhi bunga dengan bentuk yang indah tetaplah tak akan bisa menemani kesendirian kita. Sebanyak dan sesayang apapun orang-orang yang menghantarkan semua itu tidaklah ada yang bisa menemani kita di dalam kubur.

Hanyalah ketaatan kepada Allah yang akan menemani hari akhir itu. Semua amal yang telah dikumpulkan selama hidup yang akan temani ruang kosong dan gelap itu. Kemudian bersiaplah dengan waktunya semua itu diperhitungkan dan dihisab.

“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (TQS Al Hajj :7)

Kita harus siap mempertanggung jawabkan semua yang dimiliki dan lakukan selama hidup.

“Apakah manusia mengira, bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?” (TQS Al Qiyaamah:36)

Manusia akan ditempatkan sesuai dengan berat timbanganya.

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Al Qaari´ah: 1-11)

Yang harus kita lakukan di dunia ini adalah mempersiapkan diri jika ditemui ajal.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (TQS. Adz Dzaariyaat :56)

Yang Allah perintahkan itu beribadah bukan menjalankan apa yang Allah larang. Kampung akhirat tempat abadi yang akan dikunjungi semua manusia. Oleh karena itu yang terpenting dalam kehidupan ini adalah mengetahui semua aturan Allah agar amalan kita menjadi amal soleh yang Allah terima.

rumahmediagrup/firafaradillah

2 comments

Comments are closed.