Namaku, Dani

Namaku, Dani.

Ya Tuhan! Ganteng sekali makhluk di depanku ini. Siapa tadi namanya? Roni? Beni? Soni? Ah! Tak penting lagi! Yang penting, tampan sekali ia. Dengan hidung mancung, mata bulat teduh, kulit putih, dan berkacamata. Sama sepertiku. Ya, Tuhan! Aku seperti mau pingsan. Ini pasti bukan manusia. Ini pasti jelmaan ….

“Eh, kamu nggak apa-apa? Halo, kamu nggak apa-apa, kan? Kok, bengong?”

Dea, sang kutu buku berkaca mata tebal, yang bertemu Dani di bangku sekolah. Berdua mereka merajut romansa yang penuh dengan cerita hingga dewasa. Cinta monyet, katanya.

Namun sebuah kejadian mengubah segalanya. Cinta Dea yang tulus tersandung sang sahabat cantik yang … ah, sudahlah. Tunggu saja terbitnya, ya. Antologi saya beserta beberapa penulis yang penuh dengan kisah kasih khas remaja seragam abu-abu dalam “Romansa Cinta Monyet”.

Nostalgia SMA memang tak terlupakan ya? 😉 Kamu punya cinta monyet?

Photo credit: Larasati

rumahmediagrup/rereynilda