Nasi Jinggo Hemat di Kantong

Nasi Jinggo Hemat di Kantong

Mau makan dalam jumlah cukup, sambalnya nendang tapi ramah dikantong? Kalau di Bali kita bisa mendapatkannya dari sebungkus nasi jinggo.

Nasi jinggo banyak dijual di pinggir jalan. Penjualnya menata dagangan di boks yang di taruh di atas sadel sepeda motornya. Ada pula yang memakai meja bila berjualan di halaman rumah atau teras toko yang tutup. 

Apakah sebabnya nasi jinggo begitu digemari hampir semua kalangan?

Inilah alasan dan fakta yang mendukungnya.

  1. Bungkus dari nasi jinggo ini memakai daun pisang yang konon menambah cita rasa nasi di dalamnya walaupun nasi tidak hangat. Selain itu juga terlihat alami.
  2. Isi nasi jinggo paling dicari adalah sambal merah yang khas pedasnya, walaupun jumlahnya tidak banyak.
  3. Lauk di dalamnya serba kering, sehingga cukup awet dalam beberapa jam sebelum menyantapnya. Sebagian besar lauknya terdiri dari ayam sisit /pindang balado, sambal, dan mie goreng serta saur kacang. Saur adalah nama lain dari serundeng.
  4. Harga sebungkus nasi jinggo masih ramah di kantong. Hanya sekitar lima ribu rupiah saja, cukup mengganjal perut yang lapar.

Demikian alasan penikmat nasi jinggo yang memasyarakat. Bagi yang belum pernah merasakan sensasinya, silakan dicoba saat sedang di Bali dan menemukan nasi jinggo ini di pinggir jalan yang ramai. Sekarang banyak tersedia varian lauknya, namun harga tetap terjangkau.

 

rumahmediagrup/hadiyatitriono