Nggak Mudik Tetap Asyik

Kata Aki Maja:
Mudik Ditengah Pandemik.
Harus cerdas dan sangat bijak membuat keputusan. Kali ini bukan mudik biasa, bukan pulang kampung biasa. Jika pada Ramadhan atau Hari Raya perjalanan mudik bisa lebih leluasa, bersantai ria, bersenda gurau dalam moda transportasi darat laut udara. Pun menggunakan kendaraan pribadi, mobil atau motor. Macet disepanjang perjalanan jadi sebuah nostalgia, cerita indah dan seru seruan. Tapi perjalanan mudik kali ini diintai oleh Covid 19 pandemik dunia yang lebih ditakuti dari sekedar polantas patroli, tilang polisi atau kehabisan bensin saat diperjalanan. Mabok perjalananpun kalah seremnya. Pandemik wabah Corona bukan musuh biasa. Mereka musuh diam tapi mematikan. Karena itu harus berfikir cerdas, gunakan logika dan rasional sebelum menyesal. Mudik boleh, pulang kampung boleh pada hari yang normal. Ketika sekarang berada dalam situasi unordinary, maka harus befikir ulang. Keselamatan jiwa raga lebih utama daripada sekedar memburu rasa rindu kangen dan cinta. Biarlah mengalah sejenak, menunda mudik dan pulang kampung, berjumpa dengan orangtua, famili dan sanak sodara. Meskipun dada terasa sesak, toh ada esok lusa yang bijak. Ibarat kata, merindu sejenak untuk indah pada waktunya kelak.
Mudik dan pulang kampung boleh gagal, namun puasa ramadhan jangan batal.
Semoga semua cepat berakhir. Covid 19 jangan terlalu lama mampir..!!!

Majayus Irone/Rumediagrup.com