Niat puasa itu, harus!

Salam Ramadhan!

Gak terasa ya, sudah Ramadhan lagi. Tepat setahun lalu kita berpuasa di tengah pandemi covid-19. Pun tahun ini pandemi masih berseliweran di tengah kita tanpa dapat kita elak. Satu per satu kerabat dan tetangga yang kita kenal baik, menjadi sasaran virus covid-19. Rumah sakit dan beberapa tempat lain dijadikan bangsal isolasi bagi penderita covid. Banyak yang berhasil sembuh namun tak sedikit yang harus meregang nyawa.

Dalam waktu satu tahun telah banyak orang-orang yang kita jumpai sehari-hari, kini tak lagi ada. Kita memang harus berdamai dengan virus covid, setidaknya dengan tetap menjaga kesehatan lahir batin diri. Agar virus tersebut tak betah berdiam diri di tubuh kita.

Ramadhan kali ini harus tetap disambut dengan gembira dan bahagia. Selayaknya tamu agung yang hanya sekali kita jumpai dalam 12 bulan. Di dalamnya banyak keberkahan terserlah bagi siapapun tanpa terkecuali. Karena berpuasa itu adalah untuk-Nya. Di dalam hadits qudsyi Allah katakan, “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukKu dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung ”. (HR Bukhari dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).

Dan yang tak kalah penting agar puasa tak sia-sia, jangan lupa membaca niat. Karena niat adalah salah satu indikator diterimanya suatu amalan.

ولا يصح الصوم إلا بالنية للخبر. ومحلها القلب, ولايشترط
النطق بها بلا خلاف, وتجب النية لكل ليلة لان كل يوم عبادة مستقلة , ألا ترى أنه لا يفسد بقية الأيام بفساد يوم منه. فلو نوى الشهر كله, صح له اليوم الأول على المذهب.

Artinya: “Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadits. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat para ulama tanpa perbedaan pendapat.

Ulama di kalangan Syafi’iyah berpandangan bahwa niat puasa Ramadhan harus dibaca setiap hari sebelum masuk waktu fajar atau imsak.
Seperti yang kita ketahui, Mazhab Syafi’i sangat berhati-hati dalam merumuskan hukum.

Bagi kalian yang kadang lupa setelah sahur untuk membaca niat puasa Ramadhan, ada baiknya melafalkan niat setelah menunaikan salat tarawih/setelah salat maghrib.

Sedangkan kalangan Mazhab Hanafi memperbolehkan membaca niat puasa langsung sebulan penuh.
Mazhab Hanafi menilai niat puasa sebulan penuh itu sah.

So, jangan pernah lupa membaca NIAT PUASA ya teman!

Afaf Nur Aulia
1 Ramadhan 1442 H./13 April 2021

rumahmediagroup//afafaulia