November Kelabu

Entah
Pada November itu
Resah
Hari-hari berlalu pilu
Seolah menyatu tapi kabur
Sedang sejeda pun hatiku belum bisa melupakanmu

Tak sedikit kisah bisa kuhilangkan dari kenanganku
Melekat sarat
Meski kata terakhir telah kutuliskan
Kusampaikan untuk menutup aksaraku padamu
Namun
Menghambur lagi ke permukaan
Ketika aku telah mencoba menjauh dari sisimu

Walau dengan tertatih
Berat kaki melangkah bibir berhakim karena pedih
Berat penuh derai airmata

Namun tidak dengan hati ini yang tak sejengkal bergeser dari adamu
Masih saja mengais sisa serpihan bayang tentangmu

Ingin kupaksa akhiri kisah kita
Hanya secuil kenangan indah dapat kutitipkan
Untuk kau simpan mungkin suatu saat kau kenang dan mengingatnya

Ternyata belum berubah
Masih utuh tak berkurang seserpih pun
Dan tak bergeser dari tempatnya di ruang rinduku
Dan November itu indah menjadi yang paling kelabu
Rintik hujan menambah pilu
Akan
Tanpa sapamu
Miskin candamu
Sepi ceritamu

Hanya ada rindu yang tertinggal saat Nopember berlalu

Jember, 09052020