Nyi Iteung dan Kang Kabayan : Cicilan Panci

Nyi Iteung dan Kang Kabayan :

Cicilan Panci

Nyi Iteung lagi senang.
Kemarin ada kabar, para kreditur pinjaman ditangguhkan selama setahun kedepan. Maklum, Nyi Iteung tukang karedok punya cicilan panci tujuh susun ke Koh A liang.

Usaha Nyi Iteung lagi sepi malahan sudah tutup beberapa hari ini. Karena ada wabah Corona yang mewajibkan semua orang sepertinya harus tinggal di rumah dan tidak berani membeli karedok buatannya.

Nyi Iteng baru saja pulang dari toko Koh A Liang. Itu juga toko hanya terbuka sedikit pintunya. Nyi Iteung hendak mengajukan kelonggaran cicilan seperti berita yang di televisi.

Pulang dari toko, Nyi Iteung malahan termenung. Dia pengen nangis guling-guling di lantai. Air matanya mengalir deras. Kang Kabayan jadi bingung. Suami Nyi Iteung juga sekarang di rumah aja alias WfH. Berhubung Kang Kabayan hanya penjual batu akik, semenjak WfH usahanya langsung sepi menjelang bangkrut.

Kata Koh A Liang, kredit panci Nyi Iteung bisa mendapat kelonggaran tapi bukan berarti tidak membayar sama sekali. Kewajiban membayar tetap tiap bulan tapi yang dibayar hanya bunganya saja, untuk cicilan pokok boleh ditangguh setahun ke depan.

“Aih … itu mah sami aja Koh, sayah teh tetep mesti bayar wae. Pan saya udah engga ada usaha. Kang Kabayan juga. Saya mesti bayar pake naon? Buat makan aja susah, apalagi bayar cicilan panci,” kata Nyi Iteung sambil terisak.

Kang Kabayan juga tidak bisa ngomong. Ada berita lagi listrik juga akan mendapatkan diskon dan subsidi. Asalnya Kang Kabayan sudah senang, ternyata ketika datang ke Ceu Dedah, tempatnya bayar listrik tiap bulan, Kang Kabayan malahan di semprot.

“Kang Kabayan, kan situ mah ngambil listrik dari saya engga pake meteran sendiri. Tetep aja bayarnya sama tiap bulan,” kata Ceu Dedah manyun.

Sekarang Kang Kabayan yang pengen gigit pager saking keselnya.

Gambar dari pinterest

rumahmediagrup/irmasyarief