Obrolan di Bale Banjar Topik : Ayo Merapat di Sekaa Teruna Teruni (1)

Obrolan di Bale Banjar

Topik : Ayo Merapat di Sekaa Teruna Teruni (1)

Arta Kusuma, Ketua Sekaa Teruna Teruni Banjar Buana Asri tampak gundah malam itu. Waktu hampir menunjukkan pukul 20.00 WITA, tapi teman-teman anggota Sekaa Teruna Teruni masih sedikit yang hadir, sedangkan Bapak Kelian sudah datang untuk ikut memberikan wejangan.

Akhirnya pertemuan malam itu dibuka juga dari waktu yang ditetapkan lewat setengah jam.

Acara dibuka oleh Ketua STT, Arta Kusuma, dilanjutkan dengan doa bersama. 

Mengawali kata sambutannya, sang Ketua meneriakkan semboyan yang diikuti anggota yang hadir, “STT Buana Asri. Berperan untuk kemajuan, Yes!”

Sepatah dua patah kata disampaikan Arta Kusuma, yang intinya mengingatkan kembali pada anggota, bahwa STT ini merupakan wadah bagi pemuda pemudi yang ada di Banjar Buana Asri untuk belajar bersosialisasi dan wadah mengembangkan kreativitas. 

Selanjutnya dia menyerahkan topik pembicaraan berikutnya kepada Bapak Kelian yang akan memberikan pengarahan.

“Selamat malam adik-adik, pemuda pemudi Banjar Buana Asri. Saya diundang oleh Ketua STT ini karena ada beberapa hal yang perlu disikapi untuk langkah ke depan organisasi ini.” Pak Kelian menarik nafas dalam-dalam.

Lanjutnya, “Lokasi desa kita tidak jauh dari pusat kota, sehingga daerah kita ini cukup berkembang dibandingkan wilayah pedesaan lainnya. Aktivitas warga sangat padat, bekerja, kuliah dan sekolah sangat menyita waktu. Mengumpulkan warga untuk paruman Banjar sering mengalami kendala, namun harus tetap dilakukan. Kita ini tinggal di lingkungan yang ada aturannya, perlu sosialisasi juga antar warga. Demikian pula dengan kalian, para generasi penerus.”

Pak Kelian menatap ke para pemuda dengan senyuman.

“Kalian juga sibuk, hingga untuk datang ke pertemuan malam ini mungkin saja ada yang terpaksa menunda tugas kuliahnya atau membatalkan janji untuk keluar. Padahal di zaman milenial ini kita sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi. Undangan pertemuan sudah dikirim lewat media daring beberapa hari sebelumnya. Ayo siapa yang tidak pegang gawai di zaman now ini.”

Pak Kelian melontarkan pertanyaan yang hanya disambut dengan senyum.

“Inilah inti materi yang ingin saya sampaikan. Tolong sisihkan waktu kalian untuk kumpul bersama di Bale Banjar ini, paling tidak sebulan sekali. Di sini kalian bisa belajar berorganisasi, belajar bersosialisasi dan sesuai dengan semboyan yang tadi diucapkan, STT Buana Asri. Berperan untuk kemajuan, Yes!

Peranan kalian juga menentukan kemajuan lingkungan kita dalam skala kecil, dan kemajuan negara dalam skala luasnya. Kami berusaha agar waktu kalian dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat dan tidak mengikuti jejak pemuda di komunitas semacam geng Donki. Bagaimana menurut kalian.”

Pak Kelian menunggu tanggapan mereka, tapi semua masih diam.

“STT ini wadah yang tepat untuk mengembangkan bakat masing-masing anggota, melestarikan budaya agar tetap ajeg. Jati diri kita harus tetap ada, walaupun era globalisasi sudah bergulir. Jangan mudah terpapar budaya luar yang belum tentu cocok dengan norma kehidupan kita. Jadi hidupkan STT ini, jangan melempem, karena kegiatan terakhir yang saya pantau adalah saat hari raya Galungan dan Kuningan.” 

“Bli Arta Kusuma sibuk saat itu Pak Kelian, sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN).” Seorang pemuda menanggapi kata-kata pak Kelian.

Nah coba lihat, Ketua tidak bergerak, pengurus yang lain juga kurang inisiatif. Lomba layangan yang biasa diikuti, kemarin lewat begitu saja, padahal ada pengurus Banjar yang bisa membantu. Begitu juga kegiatan dengan kegiatan lainnya.”

Pak Kelian membaca kegiatan-kegiatan yang ada di Banjar, namun lebih banyak melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibu saja.

“Saya akan mengakhiri pembicaraan malam ini dengan menyampaikan bahwa Galungan dan Kuningan sudah dekat, begitu juga Nyepi. Tolong semua anggota dan pengurus STT Buana Asri ini ikut terlibat, dan koordinasi dengan ibu-ibu PKK. 

Mari kita hidupkan lagi semangat berkarya dan belajar di Sekaa Teruna Teruni ini.¬†STT Buana Asri, jaya.”

Pak Kelian mengepalkan tangannya tanda semangat. Para pemuda pemudi juga ikut melakukan hal yang sama.

=====

1. Sekaa Teruna Teruni sering disingkat STT yang artinya Karang Taruna

2. Paruman artinya musyawarah

3. Bli adalah sebutan untuk laki-laki yang artinya kakak. Kalau untuk perempuan dipanggil Mbok.

Sumber gambar :

desakekeran.badungkab.go.id

rumahmediagrup/hadiyatitriono