Obrolan di Bale Banjar. Topik : Ayo Merapat di Sekaa Teruna Teruni (2)

Obrolan di Bale Banjar

Topik : Ayo Merapat di Sekaa Teruna Teruni (2)

 

Topik sebelumnya dapat dilihat pada link berikut :https://rumahmediagrup.com/2020/01/31/obrolan-di-bale-banjar-topik-ayo-merapat-di-sekaa-teruna-teruni-1/

 Malam semakin merayap. Bapak Kelian mengakhiri arahannya untuk anggota Sekaa Teruna Teruni Banjar Buana Asri.

“Adik-adik STT Buana Asri, demikian yang dapat saya sampaikan. Intinya, manfaatkan organisasi ini sebagai wadah untuk belajar dan bersosialisasi sebagai warga muda di Banjar ini. Selanjutnya silakan dibahas hal-hal yang perlu dibenahi dan susun program kerja yang melibatkan semua pemuda di kawasan Buana Asri ini. Terima kasih dan selamat malam.”

Pertemuan dilanjutkan dengan dipandu Ketua STT, Arta Kusuma. “Teman-teman semua, semoga arahan dari Bapak Kelian tadi memberi semangat baru bagi kita untuk menggiatkan kembali STT ini. Apakah ada yang ingin bertanya, sebelum kita membahas langkah atau program kerja kita selanjutnya?”

Para anggota yang hadir menggelengkan kepalanya.

“Nah lanjut gen Bli, be kiyap ne.” seloroh Wayan Sena alias Kiyul. 

Beh dasar kiul….” Teman-teman yang lain bersorak dan tertawa.

Arta Kusuma segera mengambil alih pembicaraan.

“Baiklah, yang pertama harus kita lakukan setelah sekitar enam bulan kita vakum kegiatan, kita data ulang lagi keanggotaan STT ini. Menurut data dari Pak Kelian ada beberapa warga baru yang datang dan yang pindah keluar. Mereka itu memiliki anak remaja.”

“Ya benar Bli, tetangga baru saya itu memiliki dua orang anak gadis, jadi perlu kita masukkan sebagai anggota di sini.” Ayu menyampaikan info pendukung.

Jegeg sing Yu.” 

Remaja pria jadi kasak kusuk mendengarnya.

Haraah siep malu.” Ayu menjawab sambil meletakkan satu jari di bibirnya.

“Nah, kita kumpulkan datanya dulu yang bisa kita dapatkan dari Pak Kelian… maaf Pak Kelian tolong dibantu.” 

Arta Kusuma menangkupkan kedua tangannya ke arah Pak Kelian sebagai tanda meminta bantuan dan dibalas dengan anggukan.

“Selanjutnya kita datangi dari rumah ke rumah, menemui orang tua masing-masing untuk meminta izin agar anaknya diperbolehkan ikut kegiatan STT.” Lanjut sang Ketua.

“Asyik. Sip dah ah.” Seru yang lain. 

“Lalu untuk anggota lama, yang jarang hadir di kegiatan, kita lakukan pendekatan lagi. Tolong yang lain jangan membully mereka ya, nanti malah ngambul.” Sang Ketua mengingatkan semua untuk berpartisipasi.

“Sekretaris nanti akan membuat daftar baru keanggotaan yang lengkap datanya, mulai dari nama, nama panggilan, umur, orang tua, juga nomor kontak gawainya. Selesai satu masalah, kita lanjut poin terakhir ya.” Arta Kusuma meminta perhatian teman-temannya.

“Kita belum memiliki program kerja yang baru, sementara masih seiring dengan program kegiatan Bapak-Bapak dan Ibu-ibu. Program mereka yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah persiapan hari raya Galungan dan Kuningan di bulan Februari, lanjut Nyepi di bulan Maret. Teman-teman siap bergabung?” Tanya Arta Kusuma.

“Siap….” Serentak mereka menjawab.

“Baiklah, nanti kita ikuti rapat mereka tentang acara tersebut. Berhubung semakin malam, saya cukupkan dulu pertemuan kita. Teknis pelaksanaan akan kita bahas pada pertemuan berikutnya. Terima kasih atas kehadirannya dan selamat malam.”

Ketua STT menutup pertemuan malam itu dengan mengucap salam penutup dan ucapan terima kasih kepada Pak Kelian.

Momen zaman now selalu tak lepas dari foto bersama untuk diunggah di media sosial mereka. Cekrek cekrek upload.

====

  1. “Nah lanjut gen Bli, be kiyap ne.” artinya silakan dilanjut saja Kakak, sudah mengantuk nih.
  2. Kiul artinya pemalas/malas
  3. “Jegeg sing Yu.” artinya cantik ngga Yu. Yu itu penggalan dari nama Ayu.
  4. “Haraah siep malu.” maksudnya aduh diam dulu.
  5. Ngambul artinya ngambek

 

Sumber gambar : Wixnemo.com

 

rumahmediagrup/hadiyatitriono