Obrolan di Bale Banjar Topik : Fenomena Virus

Obrolan di Bale Banjar

Topik : Fenomena Virus

Hari Minggu, waktunya warga banjar Buana Asri khususnya para pria, baik bapak-bapak maupun pemudanya, kerja bakti di areal banjar dan lingkungan sekitar yang memerlukan penanganan kebersihan.

Rumput-rumput di pinggiran jalan, saluran air, sampai bale banjar dibersihkan bersama-sama. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 Wita selesai dua jam kemudian. Saatnya mereka istirahat, ditemani kopi, teh dan pisang serta ubi rebus.

“Setiap kali kerja bakti, menunya begini terus.” Pak Gede Bagus menyeletuk sambil meraih sepotong ubi rebus.

“Harap maklum pak, minim dana kas banjar. Kalau pun sesekali ada nasi jinggo itu juga sumbangan dari pak Dewa yang kebanjiran tamu,” sahut pak Made Wijaya.

“Nah itu Pak Dewa. Kebetulan beliau ada. Tapi inikan imlek, biasanya Pak Dewa sibuk dan tidak datang ke Banjar.” Pak Ketut langsung mendekati pak Dewa.

“Sekarang sepi pak, tamu saya kan sebagian besar dari China. Penerbangan banyak yang di cancel. Imlek tahun ini tidak dapat jatah,” sahut pak Dewa dengan raut wajah sendu.

“Menurut berita yang saya baca, akibat penyebaran virus Corona akan terjadi penutupan rute penerbangan mulai 23 Januari lalu pukul 11.00 UTC sampai 2 Februari pukul 15.59 UTC mendatang. Itu yang disampaikan Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, di Mangupura, Sabtu (25/1/2020).”

Pak Dewa menarik nafas sejenak.

“Menurut beliau, biasanya penerbangan reguler dari berbagai wilayah di Cina ke Bali ada 15 penerbangan per hari di luar carter, bila di total mencapai 20 – 25 penerbangan per hari. Sekarang, dengan kondisi begini, 8 penerbangan yang menghubungkan Wuhan, Cina dengan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dibatalkan. Bayangkan, kalau rata-rata wisatawan dari China yang datang itu sekitar 3.300 orang per hari, sekarang berkurang dalam jumlah yang cukup banyak.”

“Ya pak, pemerintah bertindak juga demi kebaikan semua. Antisipasi terhadap penyebaran virus Corona. Semoga masih ada peluang lain dari wisatawan asing lainnya untuk pariwisata Bali.” Pak Ketut berusaha membesarkan hati pak Dewa.

Dari kejauhan, terdengar pengumuman Kepala Lingkungan mengenai kegiatan Banjar menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.

“Bagi yang telah bergabung dalam program tabungan daging untuk Penampahan Galungan agar diskusi kembali pembelian hewan yang akan di bagi sesuai jumlah anggota. Kami sampaikan juga kepada warga, di cuaca yang tidak bersahabat dewasa ini, mohon untuk menghindari pemicu masuknya virus ke tubuh kita. Cara antisipasinya bisa dicari di jaringan internet atau dari sebaran via whatsapp.”

“Bisnis lesu. Hari raya menanti. Istri di rumah mengeluh beras dan cabe naik harganya.” Bapak-bapak itu saling bersahutan satu sama lain.

“Ayo semangat, hari esok pasti lebih baik. Kegiatan ini harus tetap rutin kita lakukan demi kebersihan lingkungan sekitar kita. Mari kita berdoa dahulu sebelum bubar dan kembali ke rumah.” Kepala Lingkungan memimpin doa.

Semoga Bali tetap ajeg dan berkesinambungan, walau dihadang oleh berbagai cobaan dan rintangan.

Sumber pustaka https://m.bisnis.com/amp/read/20200125/98/1193852/gara-gara-virus-corona-8-penerbangan-wuhan-bali-dibatalkan. Diakses 26 Januari 2020

rumahmediagrup/hadiyatitriono