Ojo Dumeh

Ojo Dumeh

Harta, kedudukan, popularitas sering melenakan manusia. Membuat benih-benih takabur bersemayam di hati. Tidak pernah mau meredam ego untuk menjadi baik bersama-sama. Melempar benci pada orang-orang yang terlihat lebih unggul. Tanpa sadar terbawa fitnah dunia.

Layaknya obat, pahit di mulut, tapi menyembuhkan penyakit. Saran seorang kawan, kadang tak sejalan. Tapi percayalah, di hatinya selalu menginginkan banyak kebaikan. Dinamika pertemanan, wajar ada tawa dan tangis.

Namun apa daya, terkadang obat terpinggirkan, lebih memilih makanan yang manis dan berpengawet. Yang seolah-olah keliatan baik dalam waktu lama, tapi ujungnya menimbulkan penyakit.

Hidup selalu menawarkan pilihan. Ambil pilihan yang menentramkan hati. Tak perlu membuat rumit sesuatu yang tampak mudah. Sinau mingkem, nglerem ati, lan ojo dumeh. Jangan sampai jatuh karena kesombongan diri.

Tetap merunduk layaknya padi. Membumi meski banyak orang memuji. Tak surut, meski banyak caci mendera. Tak terpedaya dengan penilaian orang. Karena sadar, mengharap keridaan semua makhluk-Nya adalah hal yang mustahil.

Barakallahu fiikum.

rumahmediagrup/siskahamira