Orang yang Bangkrut

Orang yang Bangkrut

Jika kita ditanya, “Apa definisi orang yang bangkrut?”

Pasti kita menjawab, “Orang bangkrut itu orang yang gagal atau merugi dalam berusaha dalam urusan perniagaan. Mereka kehilangan uang dan aset-aset berharganya.”

Memang benar, seperti itulah definisi bangkrut. Tetapi kita bukan membahas definisi bangkrut dengan standar dunia, melainkan bangkrut dengan standar akhirat, sebab akan berbeda pengertiannya.

Sumber gambar : Quotes Creator

Bangkrut berdasarkan versi akhirat adalah keadaan seseorang yang banyak membawa pahala yang banyak namun juga tak kalah banyak bermaksiat. Akibatnya saat dihitung dan ditimbang, ternyata dosa dari kemaksiatan yang pernah dilakukan lebih banyak daripada pahala yang dimiliki.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Ia juga membawa dosa pernah mencaci si A, menuduh si B berzina, makan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Lalu, si A, si B, dan seterusnya diberi kebaikannya. Jika kebaikannya habis, maka dosa orang-orang yang pernah ia zalimi diambil, lalu dilemparkan kepadanya, lantas ia dijebloskan ke neraka.”(HR. Muslim)

Kadang kita menilai bahwa standar kesuksesan itu adalah standar duniawi. Padahal bisa jadi standar di dunia seseorang dikatakan berhasil, namun nyatanya di akhirat termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bangkrut. Begitu pula sebaliknya. Orang-orang yang kita pikir bangkrut di dunia, ternyata malah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung berdasarkan standar akhirat.

Yang paling merugi, yaitu orang-orang yang saat di dunia termasuk kelompok yang bangkrut, di akhirat juga sama. Ruginya sudah pasti jadi dobel. Naudzubillah min dzalik.

Semoga kita dijauhkan dari golongan orang-orang yang bangkrut saat di dunia maupun akhirat kelak.

Maka dari itu, mari kita berlomba-lomba menanam amal kebajikan dan menjauhi maksiat, apapun bentuknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang sukses tak hanya berdasarkan standar dunia namun juga standar akhirat. Aamiin yra.

Wallahu alam bishowab.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah