Pagi Ini

 Pagi Ini
 

Merdu seruan subuh membangunkan
Sadarkan diri dari sebuah cerita imajinasi
Bunga tidur temani istirahat
 
Terasa begitu segarnya kucuran air
Membasuh wajah yang kian mengkerut
Seiring waktu yang tak mau menunggu
Keriput, bernoda hitam, kotor berdebu
 
Memantaskan diri menyiapkan hati
 
Sebelum melangkah menghampiri rumah megahNya
Meski hanya sebuah bangunan sederhana
Berdinding bambu berantap genting lusuh yang mulai retak
Namun menjadi tempat terbaik
MenemukanMu
Berjumpa denganMu
 
Illahi
Aku penuhi panggilanMu
 
Ketika niat telah terucap pasti
Lupakan hingar bingar dunia sejenak
Kesampingkan masalah yang sedang menjerat pikiran
 
Semua ucapan menjadi doa
Segala kata menjadi ucapan syukur menghamba
Menadahkan tangan berharap limpahan ampunan
Bagi diri yang jauh dari kata sempurna
Bagi jiwa yang sering lalaikan wajibnya
 
Harapku tak pernah muluk
Pinta sederhana yang sanggup kumohonkan
 
Semoga kesehatan selalu Engkau berikan
Limpahan berkah terus mengalir membasahi hati yang kering
Kekuatan untuk mampu menyambut setiap panggilan wajibMu
Lancarnya ikhtiar diri dalam menemukan pintu rizkiMu
 
Lantunan doa yang terucap lirih
Sebelum kaki ini mulai melangkah
 
Berkahilah hari ini, Ya Rabb
Semoga lelahku menjadi kebaikan
 
Halteu Maleber, awal September 2019
D3100 18-200 mm
Snapseed
 
#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day2
#RNB48



rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy