Panduan Untuk Penelitian Etnografi

Sumber gambar : http;//www. google.com/

Panduan Untuk Penelitian Etnografi

Penelitian etnografi banyak dilakukan untuk mengetahui antropologi budaya dan sosiologi. Namun saat sekarang, penelitian etnografi banyak digunakan pada penelitian sosial lainnya. Etnografi sebagai penjelasan budaya. Peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk memahami cara lain kehidupan sebuah kelompok/masyarakat. Proses utama dalam penelitian ini yaitu menjelaskan dan mengintepretasikan keadaan sosial individu pada kelompok masyarakat tertentu.

Terdapat perbedaan ruang lingkup penyelidikan etnografi yang bersifat makro dan mikro. Perbedaan ini terletak pada lingkup fokus penyelidikan penelitian. Makroetnografi menggambarkan cara kehidupan dalam sebuah kelompok. Sedangkan mikroetnografi yaitu berfokus pada hanya pada bagian tertentu dari sebuah kelompok masyarakat. Perbedaan ini juga akan membedakan analisis. Prosesnya dilalui bersamaan dengan mengamati interaksi anggota kelompok atau badan lembaga dalam sebuah penyelidikan.

Selanjutnya, tantangan awal yang dirasakan peneliti adalah proses masuk. Keputusan peneliti kapan ia mengawali masuk dalam kelompok tersebut akan menjadi pertimbangan penting. Karena tiap wilayah memiliki masalah dan kondisi yang berbeda-beda. Terbuka atau tertutupnya sebuah wilayah menjadi pertimbangan peneliti dalam memutuskan dari mana ia akan mengawali proses etnografinya. Peneliti juga tidak boleh terlena pada kondisi yang ditawarkan kelompok tersebut. Takutnya adalah peneliti disuguhkan pada kondisi yang bukan sebenarnya. Kepalsuan identitas kelompok yang diamati mungkin saja akan ditemui peneliti.

Peneliti etnografi membutuhkan akses masuk secara gamblang, sehingga tergambarkan secara keseluruhan kondisi sosial budaya kelompok. Hal inilah dibutuhkan refleksifitas penelitian. Ciri terdapat refleksifitas adalah peneliti telah paham pada bagian penyelidikannya secara tepat. Pendekatan refleksi yang lebih alami pada kehidupan sosial kelompok yang ia amati, akan banyak menjadi fokus utama. Peneliti disarankan untuk mempertimbangkan penerimaan nilai secara sederhana sebagai materi bahan informasi. Tidak cukup sederhana saja, namun membutuhkan bahan materi yang random, sehingga dibutuhkan analisis yang kompleks.

Pengumpulan data untuk etnografi ini dibutuhkan pemahaman peneliti. Penggunaan dialog internal yang berulang-ulang tentang apa yang diketahui peneliti dan bagaimana peneliti ini mengetahui dengan paham. Tidak hanya melaporkan kenyataan yang ia terima sebagai data, namun terdapat proses refleksi yaitu bertanya pada dirinya sendiri atas jawaban informan. Hal ini dilakukan sebagai intepretasi pengalaman pribadi peneliti dan pengetahuan yang ia miliki.

Pemikiran peneliti pada data sangatlah penting. Jika peneliti gagal memahaminya, maka dipastikan peneliti telah menggagalkan apa yang ia pelajari selama pengamatan. Identifikasi perilaku kelompok akan bias. Dan kemungkinkan salah. Dengan demikian, posisi netral dalam memahami persoalan harus tetap diprioritaskan, bukan mengkritik terhadap apa yang ia lihat. Tugas peneliti hanya mengapreasi semua informasi sebagai sebuah kebenaran empiris.

Data yang dikumpulkan peneliti etnografi, bervariasi dan tergantung pada situasi penyelidikan. Peneliti disarankan untuk fleksibel dalam menentukan taktik dan strateginya ketika masuk pada kelompok tertentu. Seorang etnografer boleh menggunakan pendekatan masalah, seperti pada penelitian pendekatan lapang. Agar semakin yakin bahwa strategi yang digunakan telah tepat. Pendekatan lapang juga mengedepankan praktik pendekatan penelitian melalui masalah yang diselidiki.

Mungkin, dalam etnografi dibutuhkan seorang pemandu. Yakni seseorang yang mampu sebagai jembatan antara peneliti dan informan. Pemandu ini ditemukan dalam kelompok dan setting yang akan diteliti. Peneliti harus yakin pada pemandu dapat berperan membantu memahami atas semua informasi informan, dan menyakinkan pada kelompok bahwa penelitian ini berharga bagi kelompok mereka. Karena tidak mudah, peneliti sebagai orang baru dikenal kelompok, dan asing bagi kelompok.

Peneliti etnografi pemula seringkali menemukan banyak tantangan. Pengalaman yang sedikit, dan pengetahuan atas kondisi kelompok yang sedikit pula. Hal ini dapat juga membahayakan keselamatan peneliti. Bisa jadi tempat yang diamati adalah tempat yang bahaya. Seringkali, bahaya memang dapat dihindari. Namun bagaimana peneliti yang mengamati tempat wilayah mewabahnya sebuah penyakit? Bagaimana mengamati wilayah yang banyak kriminalitas terjadi? Dan kondisi lainnya yang berbahaya.

Bahaya-bahaya yang situasional ditemui peneliti etnografi tidak bisa dihindarkan. Tingkah laku yang dapat memicu konflik, kerusuhan atau kemarahan kelompok akan juga mempersulit peneliti. Misalnya penelitian etnografi tentang kehidupan malam, peneliti terjebak pada kondisi aktivitas yang tidak pernah ia temui sebelumnya. Ada banyak pemabuk, penjudi dan lainnya. Maka banyak sekali tantangan yang dihadapi seorang etnografer. Tetap fokus pada niat awal masuk kelompok tersebut menjadi salah satu motivasi tetep bertahan dalam situs tertentu. Demi mendapatkan informasi dan keberhasilan mengungkap apa yang menjadi masalah penelitiannya.

Semoga bermanfaat, selamat meneliti!

rumahmediagrup/Anita Kristina