Pejuang Devisa, Haruskah Meregang Nyawa di Negeri Orang?

Pejuang Devisa, Haruskah Meregang Nyawa di Negeri Orang?

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Merujuk data yang dikeluarkan World Bank Bank ada sekitar 9 juta per akhir 2017 TKI/PMI yang bekerja ke luar negeri. Secara rinci 55℅ persennya ada di Malaysia, 13% di Saudi Arabia, 10% di China atau Taipei, dan sisanya ada di negara-negara lain.

Disisi lain Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Menurut pemerintah sendiri Perpres tersebut bertujuan untuk mempermudah investasi dari luar negeri masuk ke Indonesia, namun tidak menghilangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh TKA untuk bisa bekerja di Indonesia.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Blitar, Yudi Priyono mengatakan data yang masuk di Disnaker Kabupaten Blitar selama 2019 mulai Januari hingga akhir Desember tercatat 6 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar yang meninggal dunia saat bekerja di luar negeri. Kata Yudi, faktor meninggalnya PMI atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) antara lain karena sakit & sebagian mengalami kecelakaan kerja.
(https://mayangkaranews.com/dalam-setahun-6-pekerja-migran-indonesia-asal-kabupaten-blitar-meninggal-dunia-ini-penyebabnya/)
Sejak Januari hingga Agustus 2019, sebanyak 72 tenaga kerja Indonesia ( TKI), asal Nusa Tenggara Timur ( NTT) meninggal di luar negeri.
(https://kupang.kompas.com/read/2019/08/18/20215641/72-tki-asal-ntt-meninggal-di-luar-negeri-sepanjang-2019
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang , mencatat ada sebanyak 35 orang TKI asal Sampang yang meninggal di luar negeri tempatnya bekerja dan mengais rejeki.
(https://madura.tribunnews.com/2020/01/02/sebanyak-35-tki-asal-sampang-meninggal-di-luar-negeri-selama-2019-kebanyakan-dari-3-kecamatan-ini)

Jumlah TKI/PMI yang meninggal swbagian besar memang dari TKI/PMI ilegal, terutama dari Madura dan NTT. Bahkan, kebanyakan dari mereka adalah para pekerja ilegal. Data tersebut diambil dari beberapa daerah yang jumlah kematian TKI/PMI banyak, bisa jadi jika secara Nasional jauh lebih banyak TKI atau TKM yang meninggal.

Memang rizki, ajal, dan jodoh adalah tiga permasalahan utama yang menjadi rahasia Allah untuk umat manusia. Kalau pun bisa memilih, penulis yakin para TKI/PMI ingin saat sakaratul maut ditemani oleh orang-orang tercinta mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang bercita-cita mati di negeri orang, sehingga pulang tinggal nama saja. Astagfirullah.

Namun sayangnya, minimnya lapangan pekerjaan membuat para TKI/PMI harus rela berpisah dengan keluarga untuk mencari nafkah. Sulitnya mencari pekerjaan di negeri ini tidak berbanding lurus dengan kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi. Terbukti dengan ringannya Presiden menandatangani Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Meskipun klaim pemerintah bahwa hal ini tidak berpengaruh secara signifikan dengan masuknya TKA ke Indonesia, namun apa yang dilakukan pemerintah cukup signifikan melukai hati rakyat. Bukan rahasia lagi jika TKA China masuk menyerbu Indonesian bersamaan dengan kerja bareng yang ditanda tangani Indonesia – China, mereka adalah para buruh kasar, yang tentunya masalah gaji juga berbeda dengan buruh kasar dari dalam negeri. Bukannya membuka lapangan kerja untuk rakyat sendiri tapi membuka lapangan kerja untuk Asing.

Sehingga ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah saat ini, yaitu:

  1. Harusnya pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya, karena kesejateraan rakyat adalah yang utama. Sehingga banyaknya rakyat yang mengadu untung ke luar negeri bisa diminimalisir. Apalagi informasi yang penulis peroleh, dari para TKI/PMI yang meninggal adalah para pekerja ilegal, yang bisa jadi secara keamanan dan kemampuan sangat minim sekali.
  2. Memberikan perlindungan hukum dan keamanan jika memang rakyat Indonesia ada yang bekerja di luar negeri. Dengan begitu pihak yang memakai jasa pekerja dari Indonesia tidak semena-mena memperlakukan para TKI ini. Termasuk menjalin hubungan dengan para PJ TKI agar mereka juga selektif dan bertanggungjawab.

Dengan begitu harapannya pemerintah lebih mengedepankan kesejahteraan rakyatnya sendiri daripada keuntungan pihak asing. Sehingga kematian para TKI/PMI bisa diminamilisir. Wallahu’alam.

Rumahmediagrup/endahsulis1234